logo


Bukan Hanya Wiranto, 5 Pejabat Negara Ini Pernah Diserang, Ada yang Sampai Meninggal

Simak berita selengkapnya

10 Oktober 2019 18:32 WIB

Menko Polhukam, Wiranto
Menko Polhukam, Wiranto Kemenkopolhukam

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kejadian mengerikan baru saja menimpa pejabat publik Indonesia. Diketahui Menko Polhukam Wiranto diserang oleh orang tak dikenal saat berada di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

Kedua orang yang diduga pasangan suami istri berhasil menanamkan tusukan di tubuh Wiranto, dan sempat menargetkan Kapolri. Wiranto yang terluka akibat tusukan kunai segera diterbangkan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Peristiwa penyerangan pejabat publik suatu negara bukan sekali ini terjadi. Bahkan, di negara lain, kejadian serupa sampai menewaskan sang pejabat.


Dengar Wiranto Ditusuk, Jokowi Langsung Perintahkan untuk Bawa ke Jakarta dengan Heli

Berikut lima peristiwa penyerangan terhadap pejabat negara yang pernah terjadi, seperti dilansir dari Kompas.com:

1. Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Jair Bolsonaro diketahui ditikam saat Kampanye Presiden Brasil. Ia menjadi korban penusukan saat sedang melakukan kampanye menjelang pemilu presiden pada 7 September 2018 di pinggiran kota Juiz de Fora, di wilayah Minas Gerais, Brasil selatan.

Bolsonaro yang saat itu masih menjadi kandidat presiden yang diunggulkan dalam jajak pendapat. Dari kejadian tersebut, Bolsonaro mengalami luka tusukan pada bagian peru kanannya.

2. Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Presiden Venezuela Nicolas Maduro pernah menjadi target penyerangan. Insiden itu terjadi di Caracas, pada 4 Agustus 2018. Serangan yang menggunakan pesawat drone tersebut datang saat Maduro sedang berpidato dalam acara ulang tahun tentara Venezuela di lapangan terbuka.

Dua buah drone bermuatan bahan peledak meledak di dekat podium presiden. Tujuh tentara terluka akibat serangan tersebut, namun Maduro selamat. Diduga serangan dilancarkan oleh kelompok oposisi sayap kanan yang kalah dalam pemilu.

Sampai kini tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

3. Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa

Serangan bom terjadi di tengah agenda perkumpulan partai Zanu PF yang turut dihadiri Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa di stadion kota Bulawayo, pada 23 Mei 2018.

Insiden tersebut terjadi menjelang dilangsungkannya pemilihan presiden yang akan digelar pada 30 Juli 2018. Ledakan terjadi beberapa saat setelah Mnangagwa menuruni tangga podium. Sebanyak 41 orang terluka akibat ledakan, namun Mnangangwa lolos tanpa terluka.

Mnangagwa menduga jika teror tersebut menargetkan dirinya dan dilancarkan oleh para musuhnya. Dia menyebut itu bukan kali pertama dirinya mengalami percobaan pembunuhan.

4. Dubes Rusia Andrei Karlov

Andrei Karlov tewas setelah peluru bersarang di tubuhnya. Kejadian itu berlangsung di Ankara pada 19 Desember 2016. Karlov tewas tertembak oleh seorang lelaki anggota polisi anti-huru hara.

Ia ditembak saat menyampaikan pidato di podium dalam pembukaan pameran foto bertajuk "Rusia dari Pandangan Orang-orang Turki" di Gedung Cagdas Senat Merkezi. Mendadak, seorang tamu di acara tersebut mengeluarkan pistol dan langsung menembak sang duta besar.

Meski pelaku berhasil dilumpuhkan, namun nyawa Karlov tidak bisa terselamatkan walaupun sempat dilarikan ke rumah sakit. Insiden penembakan itu juga sempat terekam jelas dalam foto, yang memperlihatkan seorang pria berdiri dengan pistol di tangan kanannya.

5. Menteri Luar Negeri Swedia Anna Lindh

Anna Lindh mendapat serangan menggunakan benda tajam oleh orang tak dikenal di Stockholm, pada 11 September 2003. Anna Lindh adalah tokoh yang berkampanye paling lantang dalam mengajak rakyat Swedia untuk memberikan suaranya dan menerima mata uang euro dalam referendum.

Anna Lindh mendapat luka tusukan pada bagian lengan, perut, dan dada saat berada di sebuah pusat perbelanjaan Nordiska Kompaniet, di tengah ibu kota Swedia. Ia meninggal sehari setelah insiden akibat kehilangan banyak darah dari luka-lukanya.

 

Kepala BIN Sebut Penusuk Wiranto Adalah Anggota JAD Bekasi

Halaman: 
Penulis : Iskandar