logo


Darmawan Prasodjo: Mobil Listrik Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Berikut Ulasannya

10 Oktober 2019 10:44 WIB

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo Dok. KSP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo berpandangan persoalan impor bahan bakar minyak (BBM) akan menjadi beban ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.

Paling tidak dalam satu dasawarsa ke depan akan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi mengingat besarnya ketergantungan terhadap BBM mengingat terus meningkatnya pertumbuhan kendaraan bermotor dari tahun ke tahun.

Dalam catatannya, Indonesia harus mengalokasikan dana lebih dari Rp300 triliun setiap tahun untuk mengimpor minyak mentah maupun minyak olahan. Sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kini kurang lebih Rp14 ribu triliun atau sekitar 1 triliun US$.


Darmawan Prasodjo: Proyek Langit Biru Cilacap, Apresiasi untuk Sejarah Baru Pertamina

Dalam pemaparannya di seminar yang helat dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-74, Darmawan mengalkulasi bahwa dampak impor tersebut ternyata mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Apabila Indonesia mengimpor BBM sebesar Rp140 triliun saja atau 1% dari PDB kita, itu bisa mengurangi satu persen pertumbuhan ekonomi nasional. Kalau impornya sekitar Rp 320 triliun sampai Rp 340 triliun, pengurangannya terhadap pertumbuhan ekonomi sekitar 2,4 persen sampai 2,5 persen,” Ujar Darmawan (9/10).

Dukung Mobil Listrik, PLN Tengah Siapkan Fasilitas SPLU Fast Charging

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman