logo


Ukuran Tahu Tempe Tidak Lagi "Jantan" (2)

Perajin mulai kecilkan ukuran tahu-tempe

16 Maret 2015 08:24 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di Kabupaten Bandung, puluhan perajin tahu di sentra industri tahu Desa Cangkuang RT 02/RW 11, Kecamatan Cangkuang, Kab. Bandung mulai cemas. Mereka juga sudah mendengar kabar kenaikan harga kedelai tersebut.

Sutisna salah seorang perajin tahu saat ini harga kedelai masih stabil di kisaran Rp 7.300-7.400 per kilogram. "Kemarin saya beli harganya masih biasa. Belum naik. Tapi katanya di Jakarta harga kedelai sudah naik. Mudah-mudahan saja di sini tidak terpengaruh," katanya.

Menurutnya, para perajin ketakutan harga kedelai kembali seperti dua tahun lalu yang menembus harga Rp 9.600 per kilogramnya. Ketika itu harga kedelai juga terpengaruh naiknya dolar.


KOPTI: Kita Masih Bergantung Pada Kedelai Impor

"Dulu kami sempat mogok produksi karena harga kedelai sudah mahal sekali. Soalnya harga kedelai dengan harga jual tahu tidak seimbang. Malah rugi buat tahu juga," ungkapnya.

Seperti diketahui, terdapat sekitar 30 pabrik tahu di sentra industri tahu Cangkuang. Kebanyakan hasil produksi mereka dijual ke sejumlah pasar di Kabupaten Bandung yakni Soreang, Ciwidey, Banjaran, Dayeuhkolot dan Baleendah.

Sementara itu di Banyumas, Kepala Desa Kalisari  Kecamatan Cilongkok Banyumas Ardan Aziz mengatakan, desanya yang merupakan sentra tahu di Banyumas, sangat tergantung dengan ketersedian kedalai.

Dengan kenaikan harga kedelai ini, para perajin tahu yang berjumlah ratusan orang terpaksa mengecilkan ukuran.  Karena saat ini tidak tepat untuk menaikan harga jual tahu. Diterangkan oleh Ardan, kondisi ini berdampak pada omset jual perajin tahu, yang berkurang.

“Yach memang untuk mengakali kenaikan harga kedelai, perajin tahu itu ada beberapa alternative yang digunakan. Kalau menaikan harga tahu, butuh waktu. Karena masyarakat yang membeli tahu, tidak semuanya dari kalangan mampu. Terus juga ada yang membeli tahu untuk dijual kembali,” katanya.

Senada di sentra tahu, perajin tempe di sentra tempe Desa Pliken Kecamatan Kembaran, juga ikut mengecilkan ukuran tempe. Karena perajin mengaku tidak berani menaikan harga. Untuk harga tempe lonjong saat ini masih dijual dengan harga Rp 5 ribu perpotong, dan tempe mendoan dijual dengan harga Rp 1000 perbungkus.


Srie Agustina, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) membantah jika harga kedelai impor naik. Sebab, yang naik adalah harga kedelai lokal.

Menurutnya, harga kedelai tidak akan naik tinggi karena meski nilai tukar rupiah melemah, harga kedelai dunia masih pada level rendah. "Perajin tahu tempe tak membeli kedelai di pasar tradisional, melainkan lewat distributor dan koperasi pada harga Rp 8.000 per kg," katanya.

Pemerintah memproyeksikan kebutuhan kedelai secara nasional sepanjang tahun 2015 mencapai 2,5 juta ton hingga 2,6 juta ton. Sementara produksi kedelai nasional diprediksi maksimal hanya 1,2 juta ton dan sisanya akan dipenuhi lewat impor.

BERSAMBUNG KE TULISAN 3, BRO!

Pemerintah Akan Mempercepat Kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid