logo


KPK Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Mantan Bupati Subang

Febri mengatakan Heri diduga bersama Ojang menerima gratifikasi senilai Rp9,4 miliar

9 Oktober 2019 23:47 WIB

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - KPK tetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi mantan Bupati Subang, Ojang Sohandi. Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah Subang, Heri Tatan Summaryana, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Dalam perkembangan proses penyidikan dan mengamati fakta persidangan dengan terdakwa Ojang Sohandi, Bupati Subang, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup peran pihak lain yang diduga bersama-sama Bupati menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya di Pemerintah Kabupaten Subang tahun 2013-tahun 2018," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di KPK, Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Febri menjelaskan kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada 16 April 2016 lalu. KPK kemudian menetapkan 5 tersangka yang saat ini sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Bandung.


Soal Perppu KPK, JK: Masih Ada Jalan yang Konstitusional

Febri mengatakan Heri diduga bersama Ojang menerima gratifikasi senilai Rp9,4 miliar, berhubungan dengan jabatannya.

"HTS (Heri Tatan Sumaryana) diduga secara bersama-sama dengan Ojang Sohandi, Bupati Subang periode 2013-2018 menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sejumlah Rp 9.645.000.000," sebutnya.

KPK menduga gratifikasi Heri dan Ojang tersebut diterima dari pungutan dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil di Pemkab Subang pada tahun 2014-2015. Febri menyebut Heri Tantan diduga mengumpulkan uang pungutan itu sejak April 2015.

KPK menduga sebagian dari uang yang diterima, digunakan untuk kepentingan Heri Tantan sendiri. Kemudian sebagai uang senilai Rp 1,65 miliar diberikan kepada Ojang Sohandi.

"Dan sebagian digunakan untuk pembelian aset 2 bidang tanah di Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler senilai Rp 2,44 miliar," ucap Febri.

Sukmawati: KPK Itu Utama dan Penting untuk Mengadili Presiden Soeharto dengan Rezimnya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata