logo


Ukuran Tahu Tempe Tidak Lagi "Jantan" (3-Habis)

Ini bukan semata karena faktor pelemahan nilai tukar rupiah

16 Maret 2015 08:21 WIB

Perajin tahu tempe
Perajin tahu tempe

,JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Kantor Perwakilan Indonesia di Asosiasi Kedelai Amerika, Aly Basry, membantah jika pelemahan ini terjadi sepenuhnya karena salah dolar AS. Aly bilang faktor utama yang membuat harga naik tetap saja suplai.

“Harga kedelai ini berpengaruh terhadap produksi, naiknya tidak terlalu signifikan. Bukan karena rate dolar AS,” katanya.

Saat ini harga kedelai impor masih tergantung pada bursa Chicago. “Sebagai komoditi dalam bursa Chicago, tentu harganya sangat fluktuatif dari hari ke hari, bulan ke bulan,” tambahnya.


“Mustahil Indonesia Mampu Tingkatkan Produksi Kedelai dalam 3 Tahun”

Dia mengatakan, pada Oktober dan November merupakan waktu panen kedelai di Amerika Serikat. “Jadi dari Oktober hingga Januari terjadi kenaikan harga hampir mencapai USD1 per bushel,” jelas dia.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan harga kedelai impor naik adalah kedelai yang ada di pasaran saat ini, merupakan kedelai yang sudah dikapalkan Amerika pada Januari atau pada bulan-bulan sebelumnya, saat harga kedelai masih berada pada harga USD9,5 per bushel. “Kalau dibilang melonjak, sebenarnya tidak. Karena sudah dibeli pada bulan-bulan sebelumnya,” pungkasnya. Saat ini, harga kedelai impor melonjak dari Rp710.000 per kwintal menjadi Rp850.000 per kwintal.

KEMBALI KE TULISAN PERTAMA

Produksi Kedelai RI 2016 Turun 8,06%

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid