logo


Wacana Pemekaran Provinsi Soloraya, Ganjar: "Urgensinya apa?"

berikut penjelasannya

9 Oktober 2019 14:37 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), terkejut dengan mencuatnya isu pemekaran wilayah Soloraya. Ia menilai wacana Soloraya menjadi provinsi baru diperlukan penelitian dan kajian lebih lanjut yang melibatkan para pakar.

“Saya agak terkejut dengan isu ini. Enggak ada apa-apa, tiba-tiba muncul isu pemekaran. Urgensinya apa? Targetnya apa? Belum dimunculkan,” ujar Ganjar, Senin (7/10).

Isu pemekaran provinsi Soloraya ini awalnya digaungkan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono.


Ditemui Gibran, Rudyatmo Sebut Solo Perlu Sentuhan Anak Muda

Juliyatmono menilai Soloraya dan tiga kabupaten di wilayah Jawa Timur yakni Magetan, Ngawi dan Madiun sudah memiliki sarana dan prasarana yang cukup untuk menjadi sebuah provinsi sendiri. Ia menambahkan bahwa alasan yang mendasari wacana ini karena pemekaran wilayah sangat penting bagi kesejahteraan rakyat dan wilayah.

Politikus Golkar tersebut menyebut wilayah administrasi Provinsi Jateng saat ini terlalu luas, sehingga kurang fokus dalam penanganan sejumlah persoalan, salah satunya seperti penanganan kemiskinan.

Ganjar menilai alasan Bupati Karanganyar itu sangat tidak relevan. Ganjar menilai perekonomian maupun kesejahteraan masyarakat di Soloraya saat ini sudah terbilang maju.

Gubernur Jawa Tengah itu juga menyebutkan bahwa sebelumnya, dirinya pernah dihadapkan pada persoalan isu pemekaran wilayah Brebes Selatan yang ingin membentuk kabupaten baru, terpisah dengan Kabupaten Brebes.

Pemerintah Ajak HIPMI Memajukan Perekonomian Kota Surakarta

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia