logo


RI-Singapura Sepakat Kembangkan 2 Kawasan Industri ini Jadi KEK

Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati kerja sama pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Nongsa Digital Park

9 Oktober 2019 14:20 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Deputy Prime Minister & Minister for Finance Singapura, Heng Swee Keat
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang dengan Deputy Prime Minister & Minister for Finance Singapura, Heng Swee Keat dok. Kemenperin

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hubungan bilateral Indonesia dan singapura terus kian mesra. Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati kerja sama pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Nongsa Digital Park. Hubungan bilateral ini diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian kedua negara.

Pertemua antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menandai kesepakan tersbut. Acara dilakukan pada acara Annual Leaders Meeting di Delegation Room, The Istana, Singapura, Selasa (8/10).Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang hadir mendampingi Presiden Jokowi.

Dalam keterangan tertulisnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan ada beberapa kesepakatan yang dicapai kedua belah pihak yaitu investasi, perdagangan, ekonomi digital dan pendidikan vokasi.


Fokus 5 Sektor ini, Kemenperin: Kontribusinya 60 Persen PDB

“Beberapa kerja sama yang disepakati di bidang ekonomi, di antaranya adalah peningkatan investasi, perdagangan, ekonomi digital dan pendidikan vokasi. Ini menjadi kelanjutan dari kesepakatan Leaders' Retreat tahun lalu,” Ujar Airlangga (9/10).

Pemerintah Indonesia mengapresiasi para pelaku industri Singapura yang telah menanamkan modalnya di Kawasan Industri Kendal (KIK). Kawasan industri ini adalah yang terbesar di Jawa Tengah dan dijadikan ikon baru bagi kerja sama Indonesia dan Singapura.

Kawasan dengan total luas lahan sebesar 2.700 hektare untuk menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, kota fesyen, dan permukiman.

“Di sana sudah banyak sektor light industry. Selain itu, kami akan dorong juga untuk tumbuhnya industri komponen, fesyen, sepatu dan garmen,” imbuhnya

“Per September 2019, investasi yang sudah masuk ke KIK mencapai Rp11,4 triliun dengan sebanyak 59 tenant, mulai dari Indonesia, Singapura, Jepang, Taiwan, hingga Korea. Termasuk juga adanya relokasi dua industri dari China. Hal ini dapat memperkuat struktur industri di dalam negeri. Total penciptaan lapangan kerja di kawasan tersebut, sudah lebih dari 6.950 orang,” papar Airlangga.

KIK dicanangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan ditargetkan mampu mendapatkan investasi senilai Rp70 triliun dalam waktu lima tahun ke depan. Selain itu, hingga tahun 2024 nanti, KEK Kendal dapat melakukan ekspor senilai USD500 juta per tahun dan mensubtitusi impor hingga USD250 juta per tahun.

KEk Kendal diharapkan mampu memberdayakan 20.000 tenaga kerja, dan 60.000 tenaga kerja lainnya di sekitar Kawasan tersebut.

“Jadi, KEK Kendal bisa menjadi salah satu area untuk ekspansi industri di Semarang dan Kendal sekaligus sebagai export hub. Apalagi, akan ada klaster industri tekstil di Jawa Tengah, di mana industri tekstil menjadi sektor andalan dalam implementasi industri 4.0,” ujarnya.

Dorong Masuknya Investasi, Nongsa Digital Park dan Kawasan Industri Kendal Akan Jadi KEK

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman