logo


Pemerintah Jakarta Anggarkan 166,2 M untuk Bangun Septic Tank, Ferdinand: Termahal di Dunia

Simak berita selengkapnya

9 Oktober 2019 10:16 WIB

Kadiv Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Kadiv Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari besaran anggaran yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun 30 titik septic tank senilai Rp166,2 miliar.

Ia mengatakan anggaran tersebut termahal di dunia. Meskipun begitu, Ferdinand mengaku tidak masalah dengan besaran anggara tersebut yang terpenting warga Jakarta bisa hidup sehat dan lingkungan juga higienis.

Baca Juga: Ingin Maju Pilwakot Solo, Ganjar Pranowo Sarankan Gibran, "Jadi Aktivis Politik Akan Jauh Lebih Baik"


Soal Isu Gerindra Dapat Jatah 3 Menteri, Ferdinand: Masa Sih Prabowo Mau Jadi Menterinya Jokowi?

Sekjend PA 212 Jadi Tersangka, Kuasa Hukum: Ustaz Bernard Justru Menyelamatkan dan Melindungi

"Septic Tank ini akan jadi yang termahal di dunia. Tidak apalah biarpun harganya mahal dan agak tidak masuk akal, yang penting warga Jakarta bisa hidup sehat, lingkungan higienis. Sembari kita berharap tidak ada mark up di proyek ini. @DKIJakarta," cuit Ferdinand di laman Twitternya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan pembanguna 30 titik septic tank ini akan dibuat pada tahun depan dengan konsep komunal yang dibangun bagi masyarakat yang tinggal di dekat sungai.

"Iya dari kita, nanti itu proses lelang kan nanti buat tahun depan. Iya (rencana 30 titik)," ujar Juaini Yusuf yang dilansir dari Akurat.co (8/10).

Didiagnosa Terkena Penyakit Autoimun, Ini yang Dirasakan Ashanty

"Ya yang daerah-daerah mungkin yang kemarin-kemarin buangannya itu langsung ke kali. Di situ yang kita utamakan supaya mereka nggak buang air limbahnya itu ke kali. Kita buatkan itu (septic tank) komunal," tandasnya.

Bamsoet Pasang Badan untuk Jokowi, Ferdinand: Astaga!! Jadi Ketua MPR Kok Jadi Pengawal....

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata