logo


Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Jadi Minggu Sore, Ini Alasannya

Bamsoet berharap tidak ada demo mahasiswa saat pelantikan berlangsung

8 Oktober 2019 20:23 WIB

Akuranews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengatakan bahwa pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 akan digelar pada 20 Oktober 2019. Awalnya, Jokowi-Ma'ruf akan dilantik pada pagi hari namun diundur menjadi sore hari.

Bamsoet kemudian menjelaskan alasan dimundurkannya waktu pelantikan presiden-wapres terpilih.

"Saya pastikan tanggal 20 Oktober. Kenapa diundur dari jam 10.00 WIB menjadi jam 16.00 WIB, karena kita ingin agar saudara-saudara kita memberi kesempatan bisa beribadah paginya," kata Bamsoet di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).


Bergabung ke Pemerintah atau Tetap Oposisi, Gerindra Putuskan dalam Rakernas

Selain itu, Bamsoet mengungkapkan tidak ingin mengganggu aktivitas masyarakat di car free day.

"Kita tidak ingin mengganggu masyarakat yang ingin car free day di jalan utama karena semula rencananya ada penutupan jalan karena ada tamu-tamu kepala negara sahabat yang hadir, perdana menteri, presiden, raja, itu akan hadir pada saat pelantikan. Jadi kalau pagi, maka akan mengganggu masyarakat kita yang olahraga," ujar Bamsoet.

Bamsoet berharap tidak ada demo mahasiswa saat pelantikan berlangsung. Dikhawatirkan hal itu bisa merusah citra Indonesia sebagai negara tertib.

"Mari kita berdoa kepada Allah SWT agar pada acara yang sakral itu nggak ada gangguan ketertiban karena apabila ada gangguan demo ini akan membuat image nama kita sebagai bangsa akan rusak di mata Internasional," kata Bamsoet.

Jadi Ketua DPR RI, Puan Maharani Sebut DPR Dibawah Kepemimpinannya Tidak Akan Jadi Stempel dari Pemerintah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata