logo


Kemensos Imbau, "Masyarakat Bijaksana Hadapi Fenomena Aging Population"

Simak berita selengkapnya

8 Oktober 2019 11:43 WIB

Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Andi Hanindito dalam pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Lanjut Usia Indonesia
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Andi Hanindito dalam pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Lanjut Usia Indonesia Jitunews/Denys

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menekankan perlunya sinergitas antar elemen pembangunan, khususnya pemerintah, masyarakat dan seluruh elemen yang menangani lanjut usia untuk mewujudkan lanjut usia Indonesia yang sehat, sejahtera dan bermartabat.

"Saat ini Indonesia mulai memasuki periode Aging Population dimana terjadi peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah lanjut usia. Fenomena ini merupakan dampak dari terjadinya populasi menua yakni semakin besar proporsi lanjut usia terhadap jumlah penduduk suatu negara," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Andi Hanindito dalam pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Lanjut Usia Indonesia, di Jakarta, Selasa (08/10/2019).

MewakiliDirjenRehabilitiasiSosial, Andi Haninditomenyampaikanbahwa data hasil SurveiSosial dan EkonomiNasional (Susenas) tahun 2018 terdapat 24,49 jutapenduduk lanjut usia di Indonesiasaat ini. JumlahtersebutmengindikasikanbahwaIndonesiamemilikijumlahpendudukdenganprosentase 9,03% darijumlahpendudukkeseluruhan. ProsentasetersebutmenunjukkanIndonesia sudah dapat dikatakanberstruktur tua, mengingatbahwasuatunegaradikatakanberstruktur tua jikamemilikipopulasi lanjut usia di atastujuhpersen. Daritotal 24 jutajiwatersebut, kuranglebih 2 juta di antaranyaberkategori


Mensos Duga Ada Kejahatan di Balik Operasional Gepeng

“Tidak potensial. Dikatakan tidak potensial karena mereka berada dalam kondisi bedridden atau tidak dapat beraktifitas lagi seperti biasanya, dan secara ekonomi sebagian besar dari mereka tergolong tidak mampu,” kata Andi.

Untuk itu diharapkan agar organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, pendidikan tinggi, lembaga tingkat kabupaten/ kota, lebih progresif dalam bekerja dan bersinergi menyambut fenomena Aging Population tersebut. Sehebat apapun kita, sebanyak apapun anggaran Kementerian Sosial tetap membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen bangsa.

Salah satu pilar sosial yang sangat aktif bergerak di lapangan dalam pelayanan terhadap lanjut usia adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Sudah terbukti pula sejak lama, LKS sebagai ujung tombak penentu keberhasilan pelayanan kesejahteraan sosial lanjut usia.

Telah berkembang juga LKS dengan spesialisasi pelayanan masing-masing, seperti LKS anak, LKS disabilitas, LKS NAPZA, dan LKS Lanjut Usia atau sering disingkat LKS-LU. Ada tiga klasifikasi ranah kegiatan LKS-LU: (1) LKS-LU yang memfokuskan pelayanannya pada pemberian pelayanan langsung pada lanjut usia (direct service); (2) LKS-LU yang fokus pada pengkajian untuk memunculkan ide dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan pada Lanjut Usia; (3) LKS-LU yang fokus pada koordinasi untuk menjembatani antara LKS dengan berbagai pihak seperti Pemerintah, swasta/dunia usaha dan masyarakat.

Sebanyak 200 peserta hadir pada pertemuan ini yang merupakan perwakilan dari Akademisi dan Praktisi di bidang Lanjut Usia, Pemerhati, Politisi, Pengurus Forum Komunikasi Lanjut Usia Indonesia, Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia se- Jabodetabek, Pegiat kemanusiaan yang fokus pada lanjut usia, dan Organisasi Sosial.

Mensos Lantik Penyandang Disabilitas Menjadi Pejabat Tinggi Pratama Kemensos

Halaman: 
Penulis : Denys, Nugroho Meidinata