logo


Anggaran Defisit, Iuran JKN Naik, Kemenkes: Masyarakat Miskin Jangan

Penyesuaian tarif JKN dilakukan untuk menjaga keberlangsungan program JKN

7 Oktober 2019 10:55 WIB

Iuran JKN Naik
Iuran JKN Naik Twiter @KemenkesRI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan bagi rakyat. Berbeda dengan BPJS, JKN merupakan asuransi kesehatan dengan metode pembiayaan kesehatan individu yang ditanggung pemerintah.

Dari data yang dilansir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui linimasa Twitter, sebanyak 96,8 juta jiwa peserta JKN ditanggung pemerintah pusat, sedangkan 37,2 juta jiwa dibiayai oleh pemerintah daerah.

Penyesuaian tarif JKN dilakukan untuk menjaga keberlangsungan program JKN dan kesinambungan layanan kesehatan tetap terjamin. Dari penyesuaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses kesehatan masyarakat.


Demo Rusuh, Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Melalui keterangan tertulisnya, Kemenkes mengimbau kepada masyarakat  miskin maupun kurang mampu, tidak perlu khawatir dengan rencana kenaikan iuran JKN. Pemerintah akan tetap menanggung iuran tersebut.

Kemenkes juga akan memperbaiki kondisi kondisi defisit JKN ini dengan upaya penerapan sistem rujukan. Upaya ini dilakukan agar menekan kecurangan pada program JKN.

Upaya lain yang dilakukan Kemenkes terus menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), agar masyarakat terhindar dari penyakit tidak menular.

Menko Puan Ajak Kolaborasi Semua Negara PBB untuk Mencapai UHC

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman