logo


Tips Mengolah Kompos Dari Kotoran Bebek

Cara ini lebih menarik untuk mengatasi bau yang tidak sedap dari kotoran bebek ini

13 Maret 2015 15:44 WIB

Pengomposan dari kotoran bebek bisa dilakukan dengan campuran limbah peternakan atau pertanian yang ada di sekitar . FOTO: ISTIMEWA
Pengomposan dari kotoran bebek bisa dilakukan dengan campuran limbah peternakan atau pertanian yang ada di sekitar . FOTO: ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bau kotoran bebek memang sangat menyengat, sehingga untuk peternakan bebek kotorannya sanagat dilarang dibuang di dekat pemukiman. Tetapi sekarang tidak perlu lagi khawatir dengan bau kotoran bebek, karena di balik baunya, kotoran bebek dapat diolah menjadi kompos dan bahkan lebih bernilai.

Cara ini lebih menarik untuk mengatasi bau yang tidak sedap dari kotoran bebek ini. Kotoran bebek memiliki konturnya sedikit lebih basah atau kadar airnya tinggi, namun untuk melakukan proses pengomposan, kadar air dari kotoran bebek tidak boleh tinggi. maka sebaiknya lakukan cara, agar  dapat menurunkan kadar air dari kotoran bebek ini. 

Untuk menurunkan kadar air dari kotoran bebek agar lebih rendah, maka sebaiknya menggunakan campuran bahan kompos yang memiliki kadar air yang rendah bahkan nol, sehingga kotoran bebek ini bisa langsung dimasukan dalam proses pengomposan. Pengomposan dari kotoran bebek bisa dilakukan dengan campuran limbah peternakan atau pertanian yang ada di sekitar tempat tersebut. Contohnya seperti dari  jerami, batang jagung, rumput kering, daun kering, sampah, daun tebu, hampir semua limbah pertanian bisa digunakan sebagai campuran untuk kompos dari kotoran bebek. Maka dengan menggunakan kombinasi campuran yang bisa menurunkan kadar air dari kotoran bebek, hanya perlu sedikit penyesuaian prosentasi antara kotoran bebek dan limbah pertanian ini.


Trik Jitu Membuat Taman Gantung dengan Paralon, Yuk Coba!

Berikut adalah langkah-langkah membuat kompos dari kotoran bebek:

  • Jika kadar air kotoran bebek terlalu tinggi jangan langsung digunakan untuk pengomposan, maka sebaiknya biarkan sementara untuk mengurangi kadar airnya. Tetapi jika campuran bahan kompos lainnya dalam keadaan kering, maka kotoran bebek bisa langsung digunakan.
  • Lakukan pengukuran  kadar air dari kotoran bebek dengan cara mencampurkan  dua timba kotoran bebek dan satu timba limbah pertanian, jika diperas tidak keluar air atau hanya setetes air yang keluar, maka kotoran bebek ini sudah bisa digunakan untuk proses pengomposan.
  • Jenis limbah pertanian yang akan digunakan untuk pengomposan, sebaiknya dipotong-potong kecil, agar dapat mempercepat proses pengomposan. Karena biasanya proses pengomposan akan menjadi lebih lama bila limbah untuk campuran pengomposan tidak diolah dulu. Jika kompos akan dipakai sendiri, maka pengolahan campuran limbah pertanian tidak terlalu basah. Kemudian sesuaikan dengan kadar air dari kotoran bebek, jangan sampai campuran ini nantinya terlalu basah atau terlalu kering.
  • KemudiancCampuran harus diaduk sampai rata, sehingga konturnya akan berbeda dari bentuk asalnya. Campuran antara kotoran bebek dan limbah pertanian ini sudah siap untuk dikomposting, dan harus ditutup dengan plastik atau terpal. Ini untuk proses composting dan menghindari percampuran dengan air hujan atu sinar matahari.
  • Campuran diaduk  setiap 3-7 hari untuk oksigenasi dan meratakan proses pengomposan, kemudian ditutup kembali dengan terpal atau plastik untuk melanjutkan proses pengomposan. Biasanya bau kotoran bebek akan perlahan menghilang seiring berjalannya proses pengomposan, dan setelah 3-4 minggu proses pengomposan sudah mulai terlihat. Ada perubahan kontur dan warna pada campuran kotoran bebek tadi dan baunya akan menghilang. Biasanya  penyaringan sudah bisa dilakukan, bila kompos tersebut dikemas dalam plastik atau karung, tetapi bisa juga langsung digunakan untuk menyuburkan tanah pertanian.

Jangan Asal Menyimpan Sayur dan Buah, Perhatikan Tips Ini!

Halaman: 
Penulis : Riana