logo


Wacana Integrasi Digital di Kawasan ASEAN, Indonesia Usulkan

Diharapkan meningkatkan Gross Domestik Product (GDP) ASEAN

4 Oktober 2019 10:18 WIB

The 3rd ASEAN Economic Dialogue
The 3rd ASEAN Economic Dialogue dok. Kominfo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pesatnya perkembangan dunia digital mendorong wacana adanya integrasi digital di kawasan ASEAN. Diharapkan dengan adanya program ini maka akan berpengaruh pada meningkatkan kontribusi ASEAN dalam Gross Domestik Product (GDP) dunia.

Hal di atas menjadi perbincangan dalam agenda reguler The 3rd ASEAN Economic Dialogue yang diselenggarakan di ASEC Secretariat Jakarta. Untuk mengintegrasikan dunia digital di kawasan ASEAN saat ini masih dalam proses mencari formulasi sebagai kerangka kerja bersama untuk membentuk membentuk ekosistem digital yang kondusif.

Dalam pertemuan ini dihadiri business council, dan Indonesia ditunjuk sebagai panelis. Bertindak sebagai wakil dari Indonesia Sekretaris Kementerian Komonikasi dan informatika (kominfo) Rosarita Niken Widiastuti mengungkapkan aktivitas perekonomian digital di ASEAN telah menyumbang 7% dari total GDP dunia.


Indonesia Harus Cari Cara Bangun Industri, PAN: Tak Cukup Hanya Beretorika Industri 4.0

“ASEAN menjadi salah satu penyumbang 'unicorn' terbanyak di kawasan dan diprediksi akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital terbesar di dunia,” kata Niken (3/10).

Niken mengungkapkan, ASEAN Digital Data Governance Framework merupakan inisiatif bersama di bawah kerangka kerja sama TELSOM dalam memfasilitasi perdagangan dan meningkatkan transaksi di lingkup ASEAN dengan memanfaatkan ICT sebagai enabler.

“Framework ini membutuhkan kerangka kerja yang disepakati bersama, termasuk pembentukan ekosistem yang kondusif, dengan cara mengimplementasikan beberapa inisiatif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Niken memaparkan dengan rincian inisiatif tersebut anatara lain:

1. ASEAN Cross Border Data Flows Mechanism yaitu untuk proses transfer data pribadi lintas negara. Stakeholder-nya perlu memilih salah satu metode berikut yaitu pengakuan dari 3rd party certification yang diakui oleh ASEAN atau membuat contractual clauses (Business to Business atau entity to entity basis).

2. ASEAN Data Classification Framework adalah menyediakan prinsip tata kelola data yang baik dan panduan untuk mengklasifikasikan data sesuai kategori dan komponen kunci yang ditentukan antara lain berdasarkan sensitivity level, impact assesment, classification level dan continous assesment.

3. ASEAN Data Protection and Privacy Forum ASEAN Data Protection and Privacy Forum merupakan forum rutin tahunan yang didirikan untuk mengawasi and memonitor implementasi perlindungan dan data pribadi pada setiap negara ASEAN. Forum ini juga diharapkan dapat membahas mekanisme koordinasi antar data protection enforcement authority.

4. ASEAN Digital Innovation Forum yaitu forum yang didirikan untuk memfasilitasi diskusi, saling berbagi pengetahuan dan best practices mengenai kebijakan, isu, dan inovasi digital.

Dengan insiatif diatas diatas, Niken berharap bisa dijadikan kerangka dasar tata kelola data digital di lingkungan negara anggota ASEAN.

Twitter Lagi Down, Ernest Prakasa: Ulah Kominfo?

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman