logo


Peringati Hari Batik Nasional, Menperin: Batik Merupakan High Fashion

Di balik kekhasannya, batik punya peranan besar dalam ekonomi nasional

2 Oktober 2019 19:27 WIB

SBF 2016 mengangkat tema “Mutu Manikam Pesona Indonesia", yang berarti aneka macam batu permata berupa macam budaya dari bumi Indonesia yang mempesona. SBF 2016 digelar selama tiga hari, yakni tanggal 7 hingga 9 Oktober 2016 dari pukul 19.00 WIB setiap harinya.
SBF 2016 mengangkat tema “Mutu Manikam Pesona Indonesia", yang berarti aneka macam batu permata berupa macam budaya dari bumi Indonesia yang mempesona. SBF 2016 digelar selama tiga hari, yakni tanggal 7 hingga 9 Oktober 2016 dari pukul 19.00 WIB setiap harinya. Miftahul Abrori

SOLO, JITUNEWS.COM - Batik sebagai warisan Budaya Asli Indonesia yang telah dikukuhkan oleh UNESCO 2009 lalu. Hari ini merupakan Hari Batik Nasional, sesuai dengan ditetapkannya hal tersebut.

Di balik kekhasannya, batik punya peranan besar dalam ekonomi nasional. Hal ini tercatat dalam kontribusinya dalam nilai ekspor dan serapan tenaga kerja yang cukup signifikan.

Hal ini terlihat dari kontribusinya melalui capaian nilai ekspor dan serapan tenaga kerja yang cukup banyak. Dari catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada semester I tahun ini mencapai USD17,99 juta atau sekitar Rp2,5 triliun. Batik telah di ekspor ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.


Bingung Mau ke Kondangan Pakai Apa? Ini Ide Outfit Hijab Simple

Selain pencapaian ekspornya, batik juga batik juga mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

Meneteri Perindustrian sangat percaya diri mempromosikan batik kepada masyarakat dunia. Hal ini diungkapkan saat mendampingi Presiden pada puncak peringatan Hari Batik Nasional di Pura Mangkunegaran Solo.

“Oleh karena itu, sesuai yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, kita harus berani mengenalkan batik kepada masyarakat dunia, dan menjadikan batik sebagai duta budaya Indonesia pada acara-acara internasional,” ujar Airlangga (2/10).

“Batik merupakan high fashion yang nilai tambahnya tinggi, bukan lagi sebagai komoditas. Maka dari itu, ekspor dari industri ini terus kami dorong. Apalagi, sekarang Wastra Nusantara semakin beragam dan telah diminati konsumen global,” pungkasnya.

Ekspor Batik Nasional Tembus 18 Juta Dolar

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman