logo


Stop! Jangan Pencet Jerawat di Area Ini, Efeknya Mematikan

Baca Selengkapnya

2 Oktober 2019 12:03 WIB

(filmela.com)
(filmela.com)
dibaca 383 x

Wajah manusia memiliki area khusus yang disebut segitiga kematian. Hal ini diungkapkan oelh Dr. Amesh A. Adalja, seorang dokter penyakit menular dari Amerika Serikat.

Area wajah yang disebut dengan  segitiga kematian meliputi area wajah yang dimulai dari pangkal hidung (tengah alis) hingga kedua sudut mulut.

Ia mengatakan area segitiga wajah tersebut terhubung langsung ke pembuluh darah di tengkorak kepala. Oleh sebab itu, jika bagian tersebut terinfeksi, maka penyebarannya bisa berlangsung dengan cepat dan efeknya lebih serius.


Kulit Punggung Jadi Putih, Mulus dan Bebas Jerawat dengan Cara Ini

Jika jerawat yang ada dalam area ini pecah, maka bakteri dapat menginfeksi tubuh sangat terbuka lebar. Bakteri yang masuk bisa mudah berpindah dan menginfeksi pembuluh darah di area otak. Terlebih jarak sampai ke otak cukup dekat. Hal ini bisa menyebabkan komplikasi berbahaya yang bisa mengancam nyawa.

Selain itu, tepat di bawah hidung dan mulut ada empat saraf kranial utama yang mengendalikan fungsi di dalam dan sekitar wajah. Ketika salah satu dari saraf ini mengalami infeksi yang parah, Anda dapat mengalami kelumpuhan di beberapa bagian wajah. Bahkan, fungsi motorik juga bisa terganggu dan Anda berisiko kehilangan penglihatan.

Memencet jerawat di area segitiga wajah berpotensi bahaya yang tak main-main. Kalaupun setelah memencet jerawat Anda tidak mengalami infeksi serius, kebiasan ini bisa menyebabkan kulit bopeng. Selain itu, area yang dipencet juga biasanya akan berwarna lebih gelap dibanding dengan sekitarnya.

Ditulis oleh: Dede Satria

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Sering Begadang Bikin Wajah Tambah Jerawatam?

Halaman: 
Admin : Vicky Anggriawan,Nurman Abdul Rohman
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex