logo


KKP Pastikan Kebijakan Program Prioritas Perikanan Budidaya Sejalan dengan Arah Pembangunan 2020

DJPB telah menyusun program yang dapat mendukung visi serta terfokus ke arah pengelolaan sumber daya perikanan budidaya yang berkelanjutan.

1 Oktober 2019 22:56 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto Dok. KKP

Sebagai informasi, pada tahun 2020 DJPB menetapkan target IKU yakni produksi perikanan budidaya sebesar 18,44 juta ton, produksi ikan hias sebanyak 1,87 miliar ekor serta indeks Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) di atas 101.

“Kebijakan pengelolaan perikanan budidaya memerlukan harmonisasi dan penyederhanaan regulasi serta dukungan lintas sektor mulai dari dinas provinsi, dinas kota/kabupaten, Unit Pelaksana Teknis hingga pihak swasta dan BUMN. Dengan adanya sinergitas semua pihak, akselerasi pembangunan perikanan budidaya berdaya saing dan berkelanjutan dapat tercapai” pungkas Slamet.

Capaian Positif Sub Sektor Perikanan Budidaya Tahun 2015-2019


Kontes Ikan Cupang, Sarana Penyaluran Hobi dan Edukasi

Dalam periode 2015-2019 program bantuan pemerintah untuk pembudidaya ikan seperti pakan ikan mandiri, budidaya ikan sistem minapadi dan bioflok, bantuan benih, asuransi pembudidaya ikan, excavator, pengelolaan irigasi tambak, paket bantuan ikan hias dan rumput laut telah berhasil memberikan dampak positif terhadap perbaikan struktur ekonomi pembudidaya ikan.

Indikator keberhasilan tersebut yakni pencapaian nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi) selama 5 (lima) tahun terakhir yang tumbuh rata-rata pertahun sebesar 0,55 persen. Hingga bulan Agustus 2019 angka NTPi tercatat sebesar 101.86 atau naik sebesar 1,06 persen dibanding tahun 2018 yang mencapai 101.8. Ini mengindikasikan adanya peningkatan daya beli yang dipicu oleh kenaikan pendapatan usaha di atas ambang batas kelayakan ekonomi.

Capaian lainnya yakni peningkatan nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) sepanjang tahun 2015 – Agustus 2019 tumbuh sebesar 1,85 persen. Hingga bulan Agustus 2019 NTUPi mencapai angka 114,81 atau tumbuh 1,37 persen dibanding tahun 2018 yang mencapai 113,26. Capaian ini mengindikasikan bahwa usaha akukakultur semakin efisien dan visible. Rata-rata nilai pendapatan pembudidaya ikan secara nasional pada semester I tahun 2019 sebesar Rp. 3,57 juta per bulan atau naik 16,24% dibanding tahun 2015 yang mencapai Rp 2,99 juta per bulan. Angka pendapatan ini jauh melampaui rata-rata UMR nasional yang hanya Rp. 2,44 juta per bulan.

Kinerja produksi perikanan budidaya nasional dari tahun 2015-2018 menunjukkan peningkatan, meskipun dengan efisiensi anggaran dengan penurunan sebesar 17,30% per tahun. Selama periode 2015-2018, volume produksi ikan / udang mengalami peningkatan rata-rata 7,12% per tahun. Komoditas yang meningkat signifikan diantaranya: Udang (15,14%), Kerapu (133,21%), Lele (13,84%).

Selain itu Nilai PDB Perikanan menunjukkan peningkatan positif dengan kenaikan rata-rata sebesar 5,36% per tahun. Share perikanan budidaya tahun 2018 mencapai 238,64 miliar atau 57,15% terhadap total PDB Perikanan Nasional.

Selain berbagai program prioritas, pengaplikasian inovasi dan teknologi dalam pembangunan perikanan budidaya juga turut mengambil peran mendongkrak kinerja seperti Recirculated Aquaculture System (RAS), penggunaan micro bubble, sistem budidaya minapadi dan bioflok, dan automatic feeder.

KKP Beberkan 7 Langkah Menuju Kemandirian Pakan Ikan Nasional

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata