logo


KKP Pastikan Kebijakan Program Prioritas Perikanan Budidaya Sejalan dengan Arah Pembangunan 2020

DJPB telah menyusun program yang dapat mendukung visi serta terfokus ke arah pengelolaan sumber daya perikanan budidaya yang berkelanjutan.

1 Oktober 2019 22:56 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto Dok. KKP

BOGOR, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan kebijakan terkait program prioritas sub sektor perikanan budidaya sejalan dengan arah pembangunan nasional tahun 2020. Hal ini dilakukan dengan memfokuskan bantuan prioritas pemerintah agar dapat berdampak langsung kepada masyarakat guna mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo mengenai apa yang akan menjadi perhatian dan prioritas dalam jangka waktu 5 tahun ke depan untuk menuju Indonesia yang adaptif, produktif, inovatif dan kompetitif. Khusus dari segi tahapan infrastruktur, Presiden menekankan untuk menyambungkan infrastruktur dengan kawasan produksi rakyat, dimana salah satu kawasan yang dimaksud adalah tambak perikanan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Bogor, Senin (30/9) saat membuka Sinkronisasi Program dan Finalisasi RKA-K/L tahun anggaran 2020, mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) telah menyusun program yang dapat mendukung visi serta terfokus ke arah pengelolaan sumber daya perikanan budidaya yang berkelanjutan.


Punya Nilai Ekonomi Tinggi, KKP Dorong Masyarakat Budidaya Udang Jerbung

“Kita telah menyiapkan strategi untuk membangun kawasan budidaya berdasarkan komoditas, khususnya untuk komoditas unggulan yang dapat dijadikan andalan pembangunan,” ujar Slamet.

Slamet menjelaskan, komoditas andalan yang dimaksud termasuk komoditas baru yang akan lebih dimasyarakatkan pada tahun 2020. Komoditas seperti udang merguensis dan ikan cobia menjadi contoh komoditas yang diharapkan dapat menjadi andalan baru di masa depan. Selain itu akan terus dikembangkan komoditas ikan lokal untuk meningkatkan plasma nutfah serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Yang tak kalah penting adalah penguatan kelembagaan kelompok pembudidaya untuk dapat meningkatkan kewaspadaan dan kekompakan antar pembudidaya dalam menghadapi tantangan yang akan dihadapi dalam proses berbudidaya. Dengan berkelompok, pembudidaya dapat saling menjaga satu sama lain, serta berbagi informasi penting seperti pencegahan penyakit dan solusinya,” lanjut Slamet.

Strategi berikutnya menurut Slamet adalah pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam proses perikanan budidaya. Hal ini menurutnya telah diinisiasi oleh kaum mileninal yang melihat pangsa pasar potensial dalam pemutakhiran sistem tata kelola yang ada.

“Selain automatic feeder yang telah lebih dahulu berkembang, contoh lainnya adalah platform online yang menjembatani investor dengan pembudidaya atau platform yang menghubungkan pembudidaya dengan buyer,” urai Slamet.

“Peningkatan SDM akuakultur yang kompeten menjadi langkah berikut yang tidak bisa ditinggalkan. Tentunya hal ini seiring dengan tema kebijakan APBN 2020 yang mentargetkan APBN untuk akselerasi daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas SDM. Pentingnya SDM berkualitas diperlukan untuk menunjang pencapaian target Indeks Kinerja Utama(IKU) DJPB tahun 2020," tambahnya.

Hadir di CFD, KKP Ajak Kaum Millenial Lestarikan Ikan Hias

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata