logo


Pemberhentian KJP, Cara Pemprov DKI Cegah Pelajar Ikut Demo

Simak berita selengkapnya

1 Oktober 2019 22:51 WIB

Tempo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aksi demonstrasi masih berlangsung di Jakarta. Terhitung dari Selasa 24 September, aksi yang mencakup berbagai elemen masyarakat terus dilancarkan di depan gedung DPR/MPR RI sampai hari ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan terus berusaha mencegah pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA/SMK) agar tak turut aksi demonstrasi.

Bila terbukti ada pelajar asal Jakarta ikut dalam aksi, maka sanksi akan diberikan, seperti halnya pemberhentian Kartu Jakarta Pintar (KJP), begitu kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono.


BEM SI Tegaskan Mahasiswa Tak Terlibat dalam Aksi Mujahid 212

Namun, ia menegaskan pihak Pemprov tidak secara langsung memberhentikan KJP melainkan ada pertimbangan keadaan ekonomi keluarga si pelajar.

“Kalau dihentikan, sudah miskin ya ikut-ikutan rusak masa depannya, tapi tetap diingatkan kamu sudah miskin jangan ikut-ikutan,” ujar Ratiyono dikutip dari Liputan6, (01/10).

Ratiyono juga berharap agar proses pembelajaran terus berlangsung. Kalau pun pelajar melakukan pelanggaran, tetap diproses. Namun, ia harus tetap sekolah.

Jokowi Beri Pesan ke Mahasiswa, "Silahkan Kalian Demo, Tapi..."

Halaman: 
Penulis : Iskandar