logo


Orasi Ilmiah Dies Natalis Universitas Pancasila, Menteri Basuki: Presiden Menyadari....

Simak berita selengkapnya

1 Oktober 2019 12:47 WIB

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono memberi orasi ilmiah di Dies Natalis UP
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono memberi orasi ilmiah di Dies Natalis UP Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyampaikan orasi ilmiah yang bertemakan Pembangunan Infrastruktur yang Merata Sebagai Perwujudan Keadilan Sosial dan  Percepatan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Orasi ilmiah itu disampaikan Basuki pada Dies Natalis ke 53 Universitas Pancasila, di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (1/10).

Baca Juga: Jadi Anggota DPR 20 Tahun, Fahri Hamzah Pamit Undur Diri dan Minta Maaf, "Pejabat Juga Manusia"


Sri Mulyani Sebut Menteri PUPR Sebagai Bapak Daendels Indonesia

Dalam orasinya, Basuki mengatakan presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkeyakinan bahwa fondasi pembangunan nasional melalui pembangunan infrastruktur harus diwujudkan agar Indonesia bisa sejajar dengan bangsa-bangsa besar lain di dunia.

Menurutnya, Presiden Jokowi telah berkali-kali menyampaikan perlunya Indonesia memiliki daya saing serta mampu berkompetisi pada tataran global .

“Daya tahan Indonesia sangat tergantung pada ketentuan infrastruktur yang kita miliki baik di kota di desa di kawasan Pedalaman, di kawasan perbatasan serta pulau-pulau terluar dan terdepan. Daya tahan ini terbukti dengan bertahannya Indonesia dalam stagnasi masa ekonomi dunia lima tahun terakhir ini,” kata Basuki.

Soal Kursi Ketua MPR, Gerindra: Kami Akan Berjuang Sekuatnya untuk Wujudkan Pimpinan MPR

Basuki menjelaskan bagi Indonesia, menempatkan infrastruktur dalam posisi prioritas kebijakan pembangunan nasional merupakan sebuah pilihan yang logis dan strategis. Dimana dalam kurun lima waktu terakhir peringkat daya saing Indonesia mengalami peningkatan dari posisi 61 pada tahun 2013 menjadi 52 pada tahun 2018.

“Presiden menyadari sepenuhnya bahwa infrastruktur yang handal merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing di Indonesia,” tuturnya.

Basuki melanjutkan bahwa presiden Jokowi dalam visi Indonesia yang disampaikannya pada tanggal 14 Juli 2019 di Sentul telah menyampaikan bahwa infrastruktur akan terus dilanjutkan, namun tidak berhenti di sana saja melainkan harus dikaitkan dengan kemanfaatana ekonomi dari infrastruktur tersebut

“Disamping itu juga dipastikan bahwa infrastruktur harus dihubungkan dengan kawasan industri rakyat, industri kecil, kawasan ekonomi khusus, kawasan pariwisata dan kawasan pertumbuhan lain,” kata dia.

Jelang Pelantikan Anggota DPR 2019-2024, KPK Berpesan, "Tali Mandat dari Rakyat Tidak Terputus"

Dia mengatakan kondisi ini juga berkaitan dengan fakta bahwa Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang menunjukkan hubungan antara peningkatan belanja modal (termasuk infrastruktur) dan pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi.

Dia menjelaskan pada tahun 2018, ICOR Indonesia adalah 6,3 artinya setiap peningkatan pertumbuhan ekonomi 1 persen membutuhkan peningkatan investasi infrastruktur sebesar 6,3 persen juga. Bandingkan dengan Vietnam yang 4,31 atau negara berpenduduk besar lain yang memiliki ICOR dibawah 5.

“Untuk itu, kita perlu bekerja keras dan lebih cerdas lagi. Ekonomi kita belum efisien dan belanja infrastruktur belum memicu sektor ekonomi lain bergerak. Singkatnya kurang nendang. Infrastruktur kita perlukan sebagai pengungkit dan memberikan dampak terhadap transformasi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (***)

Karena Tol, Menteri Basuki: Jawa Ini Sudah Jadi ‘Urbanized Island’

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata