logo


Tips Buat yang Mau Naik Gunung di Musim Kemarau, Awas Hipotermia!

berikut penjelasannya

1 Oktober 2019 10:44 WIB

https://walterpinem.me

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Musim kemarau adalah saat yang paling tepat untuk mendaki gunung. Cuaca yang cerah membuat pendakian lebih menarik. Pemandangan indah tanpa kabut dan mendung serta kemungkinan besar dapat menikmati sunrise dan sunset yang "clean" dan sempurna. Pendaki juga akan terhindar dari hujan badai pada musim ini.

Tetapi, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan kalau mau mendaki gunung di musim ini. Karena, ternyata masih ada beberapa hal yang mengancam pendaki.

1. Suhu Udara Lebih Dingin lho Di Musim Kemarau.


Pertama Kali ke Bromo? Ini Destinasi yang Wajib Kamu Kunjungi

Memang ga hujan sih, tapi perlu kamu ketahui kalau rata-rata udara di dataran tinggi menjadi lebih rendah saat kemarau datang, terlebih waktu malam saat cuaca sedang cerah.

Penting banget bagi pendaki untuk membawa peralatan penghangat tubuh seperti jaket berbahan polar berlapis parasut, sleeping bag, dan tenda. Jangan lupa konsumsi makanan yang cukup agar tubuh secara otomatis menghasilkan kalori. Kalau perlu, minum minuman yang sekiranya bisa menghangatkan tubuh seperti wedang jahe dan susu jahe. Di daerah pegunungan seperti Dieng, pada musim kemarau suhunya bisa anjlok dibawah nol derajat lho. Semaksimal mungkin buat dirimu hangat.

Jangan sampai terserang hipotermia ya.

2. Risiko Kebakaran Lahan dan Hutan

Curah hujan pada musim ini sangat rendah yang menyebabkan kondisi kering dan gersang. Keringnya pepohonan, semak, dan ilalang sangat rawan menyebabkan kebakaran hutan.

Gesekan antara ranting atau dahan kering dapat dengan mudah menimbulkan percikan api. Usahakan untuk tidak membuat api unggun biarpun udara di musim kemarau ini bisa sangat dingin. Bara api dari perapian sangat mungkin tertiup angin dan jatuh di semak atau ilalang yang mudah terbakar.

3. Sumber Air yang Mengering

Hal ini perlu diperhatikan sebelum mendaki pada musim kemarau. Pastikan logistik air yang kamu bawa cukup kalau memungkinkan, bawa cadangan air jika diperlukan. Mengonsumsi air putih yang cukup dapat menghindarkan dirimu dari dehidrasi dan menyeimbangkan suhu tubuh. Sebelum memulai pendakian, cari info di basecamp tentang lokasi sumber air yang tersedia di jalur pendakian.

Jangan sampai kehabisan air saat mendaki gunung.

4. Gunakan Masker dan Kacamata

Hujan yang jarang saat musim kemarau juga membuat kondisi jalur pendakian menjadi kering dan berdebu. Partikel debu bisa dengan mudah masuk ke paru-paru kita dan membuat sesak nafas. Selain itu, debu juga dapat membuat mata iritasi.

Lindungi dirimu dengan masker dan kacamata agar perjalananmu nyaman dan terhindar dari paparan debu.

Alasan Solo Traveling Wajib Kamu Coba Sekali Seumur Hidup

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia