logo


Hadir di CFD, KKP Ajak Kaum Millenial Lestarikan Ikan Hias

Simak berita selengkapnya

30 September 2019 18:30 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto Dok. Humas KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya lakukan sosialisasi budidaya ikan hias kepada masyarakat umum yang bertemakan aku cinta ikan hias Indonesia di area car freeday (CFD) di Jalan M.H. Thamrin, Minggu (29/9).

“Memasyarakatkan dan mempromosikan ikan hias Indonesia kepada masyarakat menjadi tujuan kegiatan ini karena Indonesia dijuluki sebagai home of hundreds exotic ornamental fish species karena potensi ikan hias yang melimpah," kata Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, saat dimintai keterangannya di sela-sela acara.

Baca Juga: Untuk Jaga Keamanan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411 Bangun Poskamling di Perbatasan


Arif Wibowo Resmi Pimpin Garuda Indonesia

KKP mencatat di Indonesia, setidaknya ada 4.720 jenis ikan baik tawar maupun laut, dan 650 spesies diantaranya adalah ikan hias. “Potensi ini menjadi nilai strategis bagi Indonesia dalam menggenjot penerimaan negara dari sumber devisa atas ekspor ikan hias," sambung Slamet.

Tema aku cinta ikan hias Indonesia segaja diambil agar ikan hias Indonesia yang beragam dapat dikembangkan untuk mencukupi kebutuhan nasional sehingga tidak perlu impor, bahkan bisa meningkatkan ekspor. "Selain dari segi ekonomi, budidayanya dapat mengurangi dampak penyebaran penyakit yang kemungkinan dibawa ikan impor," tuturnya.

“Disinilah peran milenial, kita ajak budidaya ikan hias karena mereka akan berperan penting dalam kegiatan pembangunan ekonomi untuk mengoptimalkan sumberdaya perikanan budidaya khususnya ikan hias agar dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan," sebutnya.

Terjukan 8 Ribu Personil TNI untuk Amankan Pelantikan Presiden, Panglima TNI: Akan Terus Ditambah

Lalu menurutnya, kaum milenial ini adalah sumber entrepreneur serta tenaga kerja di masa datang, sehingga perlu dipersiapkan untuk berpartisipasi dan memberikan sumbangan yang nyata kepada pembangunan ekonomi nasional.

Ia juga berharap semakin banyak anak muda yang memulai bisnis di sektor budidaya ikan hias supaya semakin banyak pula terobosan baru yang menjadikan sektor ini lebih maju. “Kalau milineal menciptakan lapangan kerja di budidaya ikan hias, ini dapat akan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan," ujarnya.

Kemudian kata Slamet, “Kehadiran kaum milineal menjadi ajang sekaligus tantangan bagi sub sektor akuakultur untuk dapat menciptakan transformasi bisnis yang efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi serta manajemen produksi yang lebih baik”.

Slamet menyebutkan tentunya hal ini tidak terlepas dari tantangan pengembangan budidaya ikan hias yang ada. “Seperti resiko penyebaran penyakit ikan karena aktivitas perdagangan ikan hias yang cukup tinggi, yang dapat mengakibatkan penurunan produktivitas," lanjutnya.

“Kemudian, penggunaan obat-obatan yang terlarang, tidak terdaftar di KKP yang mengakibatkan resistensi bakteri serta membahayakan bagi lingkungan perairan, lalu belum lagi terkait mutu ikan hias yang dihasilkan," sebut Slamet.

Wajib Baca!! Ini Agar Wangi Parfum Tetap Awet dan Tahan Lama

Sambungnya, di era persaingan global industri 4.0 yang mengedepankan daya saing dan produktivitas tentunya menjadi ajang baru sekaligus tantanan bagi industri budidaya ikan hias nasional.

“KKP dalam mendorong industri ikan hias telah mendorong penyediaan induk unggul, mengembangkan pemuliaan jenis-jenis ikan yang baru dan domestikasi ikan hias yang potensial, kemudian penyediaan layanan pengendalian hama dan penyakit,” tuturnya.

Wahh, Usai RUPS 6 Direksi Garuda Dicopot

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata