logo


Dampak Gempa Maluku 2.675 Rumah Rusak, BNPB: Status Tanggap Darurat Sampai...

wilayah terdampak gempa paling tinggi yaitu di daerah Maluku Tengah

30 September 2019 10:34 WIB

Kerusakan Akibat Gempa Maluku
Kerusakan Akibat Gempa Maluku Dok. BNPB

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gempa yang telah mengguncang Maluku menyisakan kesedihan mendalam. Dilansir dari laman BNPB, tercatat total rumah rusak mencapai 2.675 unit per 29 September 2019 malam.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyatakan wilayah terdampak gempa paling tinggi yaitu di daerah Maluku Tengah. Menurut pantauan pihaknya terdapat 658 unit, rusak sedang (RS) 385, rusak ringan (RR) 888; Kabupaten Seram Bagian Barat RB 109, RS 163 dan RR 31 dan Kota Ambon RB 85, RS 135 dan RR 221. Sedangkan kerusakan di sektor lain, fasilitas umum dan sosial sebanyak 87 unit.

Agus juga menambahkan para pengungsi korban gempa masih enggan pulang ke rumahnya masing-masing karena taku ada gempa susulan.


Provinsi Kaltim Jadi Lokasi Ibu Kota Baru, Amankah dari Gempa Bumi?

"Dampak dari gempa ini juga mengakibatkan 247.239 jiwa mengungsi. Sebagian besar masyrakat enggan kembali ke rumahnya karena takut dengan gempa susulan," ujarnya.

Dari jumlah pengungsi yang tercatat berikut rinciannnya; Kabupaten Seram Bagian Barat 111.434 jiwa, Maluku Tengah 108.000 jiwa dan Kota Ambon 27.805. Sementara itu, korban luka-luka di Maluku Tengah berjumlah 114 jiwa, Seram Bagian Barat 30 dan Kota Ambon 22.

Dampak lain berupa pengungsian yang masih terjadi hingga kini. Sebagian masyarakat masih enggan untuk kembali ke rumah karena khawatir dengan gempa susulan.

BPBD Provinsi Maluku mencatat total penyintas berjumlah 247.239 jiwa, dengan rincian Kabupaten Seram Bagian Barat 111.434 jiwa, Maluku Tengah 108.000 jiwa dan Kota Ambon 27.805. Sementara itu, korban luka-luka di Maluku Tengah berjumlah 114 jiwa, Seram Bagian Barat 30 dan Kota Ambon 22.

Di Kabupaten Seram Bagian Barat, 12 orang mengalami luka berat dan sisanya luka ringan. Sedangkan jumlah korban meninggal bertambah 2 orang sehingga total meninggal hingga malam ini berjumlah 30 jiwa.

Pemerintah Daerah pada ketiga wilayah terdampak menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi. Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari terhitung dari 26 September 2019 hingga 9 Oktober 2019.

Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Maluku, Lima Warga Tewas

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman