logo


Pemuda Papua: Salah Satu Daerah di Indonesia Sudah Terluka, Negara Harus Intropeksi

Berikut ulasannya

29 September 2019 10:17 WIB

Intelektual muda Papua
Intelektual muda Papua Doc Jitu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Intelektual Muda Papua, Jusman Nortonggo mengatakan kasus dugaan persekusi dan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya yang berujung terjadinya gejolak di Papua harus menjadi bahan intropeksi oleh Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Hari ini sudah terjadi, bahwa salah satu daerah di Indonesia terluka. Dan ini harus menjadi intropeksi terbesar bagi negara,” ujar Jusman di Kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (28/9).

“Kita tidak perlu lagilah berbicara mana isu, bagaimana yang terjadi di Papua sekarang. Bagaimana sekarang kita mencari solusi untuk membangun Papua lebih maju,” imbuhnya.


Sempat Tunda Sidang MPR, Zulkifli Hasan: Anggota yang Hadir Belum Kuorum

Jusman berharap pemerintah benar-benar mengawal kesejahteraan masyarakat di Papua menjelang 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Kita masih punya Indonesia, 74 tahun kita merdeka dan kita masih punya sekitar 26 tahun menuju 100 tahun kemerdekaan. Kami menginginkan Indonesia khusus di Papua benar-benar dikawal dan benar-benar orang Papua sejahtera,” ujarnya.

Menurutnya persoalan kesejahteraan itulah yang menjadi salah satu pemicu banyaknya masyarakat yang ikut turun kejalan menyuarakan aksi protes terhadap tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya.

“Hari ini banyak orang yang berbicara tentang Papua, tapi banyak orang di Papua yang benar dijarah dan belum sejahtera. itu benar terjadi. Sehingga kesejahteraan yang memicu banyak masyarakat baik orang tua dan anak muda dengan kasus kemaren,” katanya.

Selain itu, lanjut Jusman, pemerintah juga harus membangun Papua dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM). Pemerintah diminta untuk mencerdaskan anak-anak bangsa yang ada di Papua.

“Saya ingin berbicara sedikit tentang bagaimana perkembangam yang terjadi di Papua. Sehingga masyarakat itu kok kenapa bagian dari NKRI tapi dianaktirikan,” kata Jusman.

“Ini persoalan yang terjadi di Papua, sehingga saya sebagai mahasiswa, anak muda bagaimana Papua harus maju. Indonesia harus membagun Papua mencerdaskan. Indonesia harus membangun dari sisi SDM karena Papua harus diperhatikan. Itu yang menjadi pekerjaan rumah bagi negara,” imbuhnya.

Pemerintah disebutnya juga harus membangun akses jalan darat terutama di kabupaten-kabupaten yang ada di Papua.

“Di Jakarta saya lihat, hutan betonnya sangat luar biasa, tidak ada kebun di sini tapi sayur bisa sampai Rp2.000 per ikat, tapi kami di Papua, samping pasar ada kebun, sayur Rp10.000 per ikat. Kesenjangan-kesenjangan ini yang juga memicu konflik terjadi di Papua,” katanya.

“Jadi akses perlu dibangun oleh pemerintah. Kita ada belasan kabupaten, di kabupaten itu tidak ada akses darat sehingga kenapa masyarakat Jawa berkembang karena akses, sayur dari jauh bisa jual disini. Ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dan SDM di Papua juga harus dibangun ,” pungkasnya.

Kartu Pra-Kerja Akan Diberlakukan Tahun Depan, Ini Persyaratannya

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex