logo


Perkuat Komitmen di Sektor Penerbangan, Indonesia Hadiri Sidang Majelis ICAO ke-40

Indonesia siap untuk memberi saran maupun bantuan teknis kepada negara yang membutuhkan

28 September 2019 18:09 WIB

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mewakili Indonesia menghadiri pertemuan Sidang Majelis Organisasi Penerbangan Sipil International (International Civil Aviation Organization/ICAO) ke-40 di Montreal, Kanada
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mewakili Indonesia menghadiri pertemuan Sidang Majelis Organisasi Penerbangan Sipil International (International Civil Aviation Organization/ICAO) ke-40 di Montreal, Kanada Kementerian Perhubungan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mewakili Indonesia menghadiri pertemuan Sidang Majelis Organisasi Penerbangan Sipil International (International Civil Aviation Organization/ICAO) ke-40 di Montreal, Kanada yang berlangsung sejak 24 September hingga 4 Oktober 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti, bertindak sebagai ketua delegasi hadir dan aktif dalam pertemuan tersebut menyoroti beberapa hal penting terkait dalam sektor penerbangan dunia.

Pertama, Indonesia siap untuk memberi saran maupun bantuan teknis kepada negara yang membutuhkan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Kedua, perlunya perhatian dan peningkatan terhadap peran perempuan dalam dunia penerbangan sipil, dan Indonesia merupakan negara yang sepenuhnya mendukung peningkatan kapasitas perempuan di dunia penerbangan sipil.


Kemenhub dan Pemkab Kota Baru Kerja Sama Bangun Bandar Udara Gusti Sjamsir Alam

“Hal tersebut dibuktikan dimana Saya saat ini merupakan wanita pertama yang menjabat sebagai Direktur Jenderal dalam penerbangan sipil indonesia. Dan Indonesia saat ini memiliki 640 ATC perempuan, 339 pilot perempuan, 177 perempuan yang menjadi pesonel teknis telekominikasi penerbangan,” tutur Polana saat berpidato.

Hal ketiga yang menjadi pokok pembahasan adalah keseimbangan perwakilan negara-negara anggota ICAO di dewan yang juga menjadi anggota di Komisi Navigasi Penerbangan.

Hingga saat ini ICAO terdiri dari 193 negara anggota seiring masuknya dua anggota baru Dominica dan Tuvalu.

Karhutla: World Wildlife Fund Menduga Ada Cukong yang Danai Pembakaran Lahan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata