logo


Soal Pemindahan Ibu Kota, PKS: Masih Sangat Dangkal dan Sempit Sehingga Belum Layak

Sukamta menyatakan Jokowi mestinya tidak terburu-buru mengumumkan lokasi ibu kota negara

28 September 2019 05:30 WIB

Anggota Komisi I DPR, Sukamta
Anggota Komisi I DPR, Sukamta ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Pansus Pemindahan Ibukota dari Fraksi PKS, Sukamta menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mestinya tidak terburu-buru mengumumkan lokasi ibu kota negara (IKN) jika menilik kajian Bappenas yang menurutnya masih banyak kekurangan.

"Setelah kami baca bahan yang diberikan oleh Bappenas yang berupa Executive Summary Kajian Pemindahan IKN Penentuan Lokasi IKN, masih sangat dangkal dan sempit sehingga belum layak untuk diambil kesimpulan apapun apalagi menjadi alasan memindahkan ibu kota negara sebesar Indonesia,” kata Sukamta di Jakarta, Jumat (27/9).

“Perspektif yang menonjol soal ekonomi itupun dengan angka-angka yang hitungan detailnya hingga saat ini tidak disampaikan kepada Pansus. Misal disebutkan bahwa pemindahan IKN akan berdampak berupa tambahan kepada Real GDP 0,1% hingga 0,2%, bagaimana angka tersebut diperoleh tidak ada penjelasan," imbuhnya.


DPD RI Dukung Penuh Rencana Jokowi Bangun Ibu Kota di Papua

Sekretaris Fraksi PKS ini mengatakan setidaknya ada 5 hal yang menjadi catatan dari bahan dari Bappenas. Dimana yang Pertama terkait perkiraan multiple effect pemindahan IKN Bappenas hanya terkait dengan perekonomian, semestinya juga bisa dijelaskan dampaknya terhadap penguatan kinerja politik, sosial, budaya dan hankam.

"Jika dampaknya hanya soal ekonomi, mestinya dengan pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan besar-besaran lima tahun ini dan pengembangan pusat-pusat bisnis di daerah cukup, tidak perlu pindah IKN," kata Sukamta.

Kemudian yang kedua, skenario migrasi ASN, TNI Polri beserta keluarganya yang diperkirakan berjumlah 700 ribu belum disertai dengan kajian sosial, budaya dan psikologi. Pemerintah perlu ingat, persoalan migrasi termasuk isu sensitif bagi warga lokal pun terhadap pelaku migrasi, mengingat jumlahnya yang sangat besar.

Ibu Kota Pindah, Anies Baswedan: Berharap Bisa Memiliki Paru-paru untuk Jakarta

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata