logo


Punya Nilai Ekonomi Tinggi, KKP Dorong Masyarakat Budidaya Udang Jerbung

Simak berita selengkapnya

27 September 2019 16:03 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto Dok. Jitunews.com

GRESIK, JITUNEWS.COM – Budidaya udang Jerbung (Penaeus merguensis) sudah mulai memasyarakat. Hal tersebut membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pengembangan budidaya udang merguensis ini di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu upayanya yakni dengan memberikan bantuan dan pendampingan kepada pembudidaya.

“Udang merguensis merupakan komoditas yang tepat untuk dikembangkan di Indonesia karena ketersediaan induk hampir tersedia di seluruh wilayah perairan Indonesia, sehingga memudahkan untuk dilakukan pengembangan. Selain merupakan jenis udang lokal asli Indonesia, secara teknis komoditas ini mempunyai potensi ekonomi yang lebih menguntungkan dengan biaya produksi usaha yang lebih efisien serta lebih tahan terhadap penyakit“ ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam sambutannya pada saat melakukan kunjungan kerja di lokasi budidaya udang merguensis milik pokdakan Windu  Rejo di Kecamatan Sidayu Gresik, Kamis (26/9)

Tak Kalah dengan Wisata Luar Negeri, Pesona Keindahan Indonesia Timur Wajib Kamu Kunjungi


Dunia Usaha Harus Proaktif Dukung Swasembada Pangan

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara telah berhasil menginisisasi program pemuliaan buatan (seleksi breeding) untuk penyediaan stok benih udang jerbung bermutu bagi masyarakat pembudidaya di Indonesia. Program ini menghasilkan induk unggul jerbung dengan status Specific Pathogen Free (SPF), pertumbuhan cepat dan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan induk hasil tangkapan di alam serta mengurangi resiko penyakit.

“Saat ini KKP sedang melakukan uji multi lokasi untuk melihat performance yang dihasilkan untuk selanjutnya dapat kita tingkatkan  kualitas benih, penyiapan induk hingga ke sistem pembudidayaan yang paling tepat. Selain di Gresik, lokasi percontohan juga   telah dilakukan juga di Pemalang, Brebes, Demak dengan pembinaan langsung dari BBPBAP Jepara bekerjasama dengan penyuluh dan dinas perikanan setempat “ sambung Slamet.

Slamet menambahkan “Keberhasilan teman-teman BBPBAP Jepara patut diberikan apresiasi karena dapat mengangkat kekayaan alam asli Indonesia serta menumbuhkan diversifikasi usaha khususnya untuk komoditas udang. Udang merguensis atau dipasar ekspor dikenal dengan banana shrimp ini banyak disukai konsumen khususnya dari Jepang. Selain citarasa yang lezat, konsumen Jepang juga menyukai warna udang Jerbung yang cenderung lebih merah apabila dimasak," tambahnya.

Bantu Kepolisian Amankan Demonstrasi, TNI Terjukan 3.000 Personil

Slamet melanjutkan “Khusus Gresik, DJPB telah memberikan bantuan berupa 723.000 benur udang kepada Pokdakan Windu Rejo di Sidayu serta 501.000 benur udang kepada Pokdakan Mina Mandiri di Ujung Pangkah. Tidak menutup kemungkinan bantuan lain seperti PITAP atau excavator akan segera disinergikan untuk membangun lokasi budidaya berbasis kawasan yang terfokus pada komoditas ini.”

Slamet menilai hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dimana salah satu sasarannya adalah menyediakan sistem penyediaan air untuk komoditas bernilai tinggi.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata