logo


Ini lho Museum Terbaik Nomor 2 di Indonesia...

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

27 September 2019 15:55 WIB

phinemo.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Berkunjung ke Yogyakarta tak lengkap rasanya jika belum mengunjungi museum Ullen Sentalu.

Dilihat dari penamaannya, Musium Ullen Sentalu adalah singkatan dari kalimat bahasa Jawa “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku” yang mempunyai makna "nyala lampu blencong (lampu yang dipergunakan saat pertunjukkan wayang kulit) sebagai petunjuk manusia dalam membuat langkah dan menjalani hidup.

Tujuan dibangunnya museum ini adalah untuk menjembatani komunikasi generasi muda dan membuka wawasan mengenai seni dan peradaban budaya Jawa.


Rekomendasi 6 Tempat Wisata di Jogja yang Aman untuk Traveler Wanita

Museum Ullen Sentalu banyak memuat cerita seputar peradaban Kerajaan Mataram yang terpecah menjadi 4 keraton di Solo dan Yogyakarta, yaitu Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.

Pengunjung disuguhi dengan koleksi lukisan-lukisan dan foto bangsawan pada zaman dulu, koleksi kain batik khas Solo dan Yogyakarta, instrumen gamelan kuno, arca-arca budaya Hindu dan Budha, serta peninggalan bersejarah lainnya.

Museum ini dibangun dan diprakarsai oleh keluarga Haryono, keluarga keturunan bangsawan Yogyakarta. Mereka gemar mengoleksi benda-benda antik dan bersejarah, khususnya yang terkait dengan budaya Jawa.
Selain koleksi-koleksi pribadi yang dipamerkan di museum ini, keluarga kerajaan Mataram juga banyak menghibahkan benda-benda antik sarat sejarahnya.

Arsitektur Museum Ullen Sentalu memadukan gaya bangunan gothic dan tropis. Hal ini ditandai dengan banyaknya pilar bangunan yang terbuat dari material batu alam layaknya rumah tropis. Setelah melewati beberapa ruangan, pengunjung akan menemukan bangunan dengan warna dominan putih berbentuk seperti kastil Eropa.

Di museum ini, pengunjung tidak bisa dengan bebas mengambil gambar dari koleksi-koleksi yang dipamerkan. Pihak pengelola bahkan melarang ha tersebut di hampir seluruh area museum.

Sebagai gantinya, ada beberapa spot yang secara khusus disediakan untuk berfoto dan mengabadikan gambar. Salah satunya di area replika relief Candi Borobudur yang didesain miring seolah menggambarkan penurunan minat generasi muda akan seni dan budaya Jawa.

Lokasi museum yang berada sekitar 25 km utara dari pusat kota Yogyakarta ini dibuka setiap hari kecuali hari Senin.

Hotel Termewah di Indonesia, Harga per Malamnya Ada yang Bisa buat Keliling Asia lho...

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia