logo


Gelar Kejuaraan 'Java Paragliding World Sumedang', Menpar: 2020 Sumedang Punya Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

Acara diselenggarakan Sumedang, Jawa Barat pada 22-28 Oktober 2019

27 September 2019 11:41 WIB

West Java Paragliding World Championship 2019
West Java Paragliding World Championship 2019 Dok. Kemenpar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - West Java Paragliding World Championship 2019 akan diselenggarakan di Sumedang, Jawa Barat pada 22-28 Oktober 2019. Dengan diselenggarakan event ini Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Sumedang bisa menjadi kabupaten dengan destinasi tingkat dunia.

"Saya harapkan pada awal 2020 Sumedang punya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata," ujar Menpar.

Kegiatan paralayang ini terdiri dari tiga kategori yaitu Accuracy Class, Cross Country Class, dan Fun Fly & Culture Festival. Adapun peserta yang sudah terdaftar 209 peserta. Para atlet berasal dari 20-an negara meliputi Asia, Eropa, hingga Amerika.


Beberapa Tipe Wisatawan yang Dapat Ditemui di Indonesia, Masuk Tipe Mana Kamu?

Arief Yahya memaparkan bahwa event olahraga semacam ini akan memberikan dampak yang besar karena tidak hanya mempromosikan destinasi lokal saja, namun juga kegiatan olahraga yang bisa dilakukan di kawasan tersebut.

Dirinya juga menambahkan kegiatan ini juga efektif mendatangkan wisata mancanegara dan menguntungkan secara ekonomi. Pelancong yang datang bukan para atlet saja tapi juga mereka membawa tim, keluarga, dan pendukung.

Kegiatan ini juga mendorong para atlet untuk memperpanjang masa tinggal atlet karena umumnya mereka membutuhkan masa adaptasi terhadap alam di Indonesia sehingga mereka memutuskan datang lebih awal sebelum masa kompetisi dimulai.

"Ini membuat ‘length of stay’ mereka menjadi panjang, jelas menguntungkan bagi daerah. Di kawasan ini juga akan dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan ada beberapa pertimbangan kegiatan ini diselenggarakan di Sumedang, paling tidak ada tiga alasan tegasnya. Pertama, Sumedang adalah daerah yang memiliki tempat yang sangat baik untuk olahraga udara, khususnya paralayang. Tidak hanya untuk kompetisi di level 'Accuracy' dan 'Cross Country', tetapi juga bagus untuk 'Fun Fly’ atau terbang gembira, khususnya di atas Bendungan Jatigede.

Disamping itu, Sumedang memiliki keunikan budaya dan pariwisata yang tidak bisa ditemui di daerah lain. Oleh karena itu Sumedang mendapat julukan ‘Puseur Budaya Sunda’ atau Pusat Kebudayaan Sunda.

Pertimbangan lain yaitu adanya dukungan kerja sama dengan industri pariwisata, Pemda Provinsi Jawa Barat, FASI Paralayang, Kementerian Pariwisata, Kemenpora, komunitas, dan masyarakat termasuk media sebagai unsur pentahelix pariwisata.

Kejuaraan dunia paralayang West Java Paragliding World Championship 2019 akan melombakan dua kelas, yaitu Paragliding Accuracy World Cup (Pre-PGAWC 2019) dan Paragliding Cross Country World Cup (Pre-PWC 2019). Lalu, diakhiri dengan Paragliding Festival (termasuk Fun Fly dan Festival Budaya).

Untuk diketahui, kelas Accuracy (dengan lisensi dunia dari Organisasi Kejuaraan Dunia Paralayang Accuracy/ PGAWC), akan diselnggarakan di Kampung Toga, Sumedang, pada 22-25 Oktober 2019. Sedangkan kelas Cross Country (dengan lisensi dunia dari Organisasi Kejuaraan Dunia Paralayang Cross Country/Pre-PWC 2019), akan berlangsung di Batu Dua, Sumedang, pada 22-26 Oktober 2019.

Sebagai penutupan rangkaian kegiatan ini akan diadakan Fun Fly dan Festival Budaya dengan linsensi dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI), akan berlangsung di ODTW Kampung Toga, Sumedang pada 27-28 Oktober 2019.

Pada kegiatan Fun Fly ini akan dilakukan penciptaan Rekor MURI untuk Rekor Dunia Terbang Bersama yang diikuti sekitar 160 pilot. Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya, festival kuliner, serta lomba fotografi dan videografi.

Hemat Uang Jajan, Ini Rekomendasi Tempat Wisata Gratis di Malang

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman