logo


Budidaya Kurma Bagian 2 : Teknik Jitu Menanam Buah Kurma

Pematangan buah Kurma dapat terjadi dalam 4 tahapan berbeda

13 Maret 2015 10:24 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kurma mampu tumbuh pada iklim yang sangat panas dan kering, dan relatif toleran terhadap tanah basah dan bergaram. Budidaya Kurma memerlukan cuaca musim panas yang panjang, dengan sedikit sekali hujan dan kelembaban yang sangat rendah sejak masa penyerbukan hingga pemanenan, tetapi memiliki air tanah yang cukup.  

Kurma termasuk pohon yang kakinya berada dalam air tetapi kepalanya berada dalam kobaran api. Kurma dapat tumbuh pada suhu rata-rata 12.7-27.5 °C, dapat bertahan hingga 50°C maupun pada suhu membeku hingga serendah-rendahnya -5°C. Suhu ideal untuk pertumbuhan semasa penyerbukan hingga pematangan buah berkisar dari 21-27°C. Kurma dapat berbunga jika suhu meningkat hingga lebih dari 18°C dan membentuk buah jika lebih dari 25°C.


Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Pertumbuhan dan perkembangan buah Kurma mengikuti pola kurva sigmoid. Pematangan buah dapat terjadi dalam 4 tahapan berbeda yaitu, Kimri (hijau belum matang), Khalal (matang warna merah), Ruthab (lunak berwarna coklat), dan Tamar (keras seperti kismis). Tahapan pada Kimri akan memiliki ukuran buah dan berat meningkat cepat, kemudian mengalami perubahan warna mulai hijau, merah coklat.

Pada tahap Tamar buah kehilangan kandungan air, dan perbandingan gula : air cukup tinggi sehingga tak terjadi fermentasi, sama seperti anggur kering (kismis). Kadar gula pada tahap Kimri yang hanya 20% saat matang mencapai 88% dari berat kering buah.

Ukuran dan bentuk buah Kurma bervariasi bergantung kultivar, cara pembudidayaan maupun lingkungan. Pohon Kurma rata-rata menghasilkan 40 kg buah per tahun, bahkan dapat mencapai 100 kg dengan pemeliharaan yang sangat baik. Pohon betina mulai menghasilkan buah setelah berumur 4-6 tahun, dan menghasilkan produksi maksimum setelah berumur 15-20 tahun. Rata-rata umur ekonomis kebun Kurma 40-50 tahun, tetapi masih produktif hingga 150 tahun.

Di Afrika Utara dan Timur Tengah, beberapa Kurma dipanen dan dikonsumsi pada tahap Khalal saat buah masih mengandung kadar tannin tinggi. Tetapi buah Kurma dapat dipanen pada tahap matang sempurna yang disebut Rutab dan Tamar dengan kandungan gula tinggi dan kelembaban dan tannin rendah.

Kultivar Kurma diklasifikasikan menjadi lunak, semi kering, atau kering, tergantung pada waktu pemanenan yang berhubungan dengan kandungan air. Buah Kurma  memiliki kandungan energi yang tinggi, yaitu 72-88% kandungan gula. Pada tahap Khalal hampir seluruh (80%-85%) gula merupakan sukrosa dan mendekati matang sukrosa mengalami hidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa. Selain itu buah Kurma  memiliki kandungan berupa zat besi, kalium, kalsium, klorin, magnesium, belerang, sedikit fosfor, 16 asam amino, vitamin A, B1, dan B2.

Berikut adalah teknik menanam buah Kurma, yuk disimak :

  • Carilah biji Kurma untuk bibit Kurma di toko yang menyediakannya, atau belilah  buah Kurma yang dagingnya dapat dimakan dan bijinya bisa digunakan sebagai bibit untuk di tanam.

  • Kemudian rendam biji Kurma selama 2 x 24 jam. Pertama rendam biji Kurma yang telah disiapkan selama kurang lebih 24 jam, lalu bersihkan dari daging Kurma yang masih menempel pada biji.
  • Setelah itu lakukan perendaman kembali selama 24 jam agar biji Kurma benar-benar bersih dan siap untuk di semaikan.
  • Setelah direndam, simpan biji di dalam wadah yang memiliki kelembaban yang cukup, seperti   kotak makan ataupun wadah yang lainnya yang tertutup. Wadah yang disediakan dilapisi oleh tissue basah, agar kelembaban udara di dalam wadah tetap terjaga.
  • Setelah dalam waktu satu minggu, biji Kurma akan muncul bintik putih, yang artinya biji akan siap menjadi bakal akar dari Kurma.
  • Ketika ukurannya semakin besar kira-kira 1-2 cm, pindahkan ke wadah lain berupa polybag atau pot kecil yang telah diberi media tanam yang pas.

  • Setelah itu biji Kurma akan memunculkan daun, dan ketika daun sudah mencapai ketinggian lebih dari 1/2m, bibit Kurma pun siap untuk dipindahkan ke pekarangan.

  • Cara ini memang mudah  tidak dapat mengetahui secara pasti apakah Kurma yang ditanam jantan atau betina. Tetapi untuk mengetahui Kurma ini jantan atau betina, maka  pada saat tanaman sudah besar, dapat di perhatikan pangkal pelepah Kurma, Kurma jantan pangkal pelepahnya agak terang kekuningan, sedangkan yang betina agak abu-abu pangkal pelepahnya. Pohon Kurma akan berbuah jika pohon betina dan pohon jantan dikawinkan bunganya atau istilahnya pendebungan, bila tidak dikawinkan bakal bunga betina akan rontok.

Baca juga Budidaya Kurma Bagian 1 : Tiga Cara Jitu Perbanyakan Tanaman Kurma

 

Raup Untung Hingga Rp 5 Juta dari Pepaya California

Halaman: 
Penulis : Riana