logo


KKP Akan Bangun Percontohan Klaster Budidaya Udang Berkelanjutan di Buol

Simak berita selengkapnya

26 September 2019 14:47 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto KKP

BUOL, JITUNEWS.COM - Seluas 10 ha tambak akan dibangun untuk percontohan model kawasan budidaya udang berkelanjutan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Percontohan tersebut sebagai stimulan pemanfaatan potensi tambak melalui usaha budidaya udang berkelanjutan dan berkualitas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya seusai melakukan sosialisasi klaster tambak udang berkelanjutan di Buo baru-baru ini . Kamis (19/9).

Baca Juga: DPR Pastikan RUU PKS Ditunda, Netizen Bilang, "Ntar Malem Disahkan Pula"


Lahan di Aceh Tamiang 80 % Belum Digarap, KKP Kembangkan Kawasa Perikanan Budidaya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Buol, Syamsuddin Koloi, beserta jajarannya dan perwakilan masyarakat pembudidaya ikan.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan bahwa pengembangan klaster kawasan budidaya ini sangat sejalan dengan komitmen KKP untuk mendorong pengembangan perikanan budidaya secara berkelanjutan baik dari aspek lingkungannya, ekonomi dan sosialnya. Disamping itu menurutnya, sistem klaster akan merubah pengelolaan usaha budidaya tambak dari parsial menjadi klasterisasi.

"Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemda di 4 (Kabupaten) khususnya Kabupaten Buol dalam upaya pengembangan klaster budidaya perikanan berkelanjutan. Setelah semua komitmen dan persyaratan non teknis terpenuhi, dalam waktu dekat kita akan mulai ke arah teknis. Nanti kami turunkan tim teknis dari BLUPB Karawang ke lapangan untuk mulai mendesain kawasan percontohan", ungkap Slamet.

Ruhut ke Mahasiswa, "Mau Demo? Demo Aja Terus, Kalau Betul Moral Force, Rupanya Ada..."

Dalam pemanfaatan lahan, Slamet menjelaskan ada 2 (dua) peruntukan lahan yakni untuk penyangga dan utama. Untuk penyangga dikelola secara mandiri terdiri dari 30% polikultur dan 20% bandeng. Sedangkan yang utama dikelola melalui kemitraan yakni 50% untuk budidaya udang.

"Peran KKP dalam hal ini Ditjen Perikanan Budidaya yakni memberikan dukungan rehabilitasi infrastruktur tambak, pendampingan teknis, dan fasilitasi pemenuhan kebutuhan benih bermutu," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pengembangan klaster kawasan budidaya berkelanjutan merupakan bentuk komitmen bersama yang akan dituangkan dalan nota kesepahaman antara 4 (empat) Kabupaten wilayah utara, Ditjen Perikanan Budidaya, Bappenas, dan Universitas Gorontalo. Empat Kabupaten tersebut yakni Kabupaten Buol (Sulawesi Tengah), Gorontalo Utara (Gorontalo), Bone Bolango (Gorontalo), dan Bolang Mogondow (Sulawesi Utara).

Gunakan Sepeda Menuju DPR, Anies Baswedan: Gak Perlu Pakaian Khusus yang Mahal-mahal

Sementara itu, Wakil  Bupati Buol, Syamsuddin Koloi, menegaskan bahwa pihak Pemda Buol akan me-support penuh program ini. Menurutnya seluruh sumber daya yang ada akan difokuskan untuk kesuksesan program ini. Ia berharap program ini akan memicu pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Mulai saat ini saya minta seluruh SKPD terkait untuk mensuppor program ini. Mulai dari ketersediaan infrastruktur jalan, listrik, air dan penunjang lainnya", tegas Syamsuddin.

KKP Dorong Wujudkan Pemberian Pakan Mandiri Bagi Pembudidaya Ikan

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata