logo


Awas! Rokok Elektrik Berbahaya, Begini Penjelasan Kemenkes

Simak Pemaparannya!

26 September 2019 10:16 WIB

Ilustrasi, rokok elektrik.
Ilustrasi, rokok elektrik. Getty Images

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa rokok elecktri ataupun vaporizer (vape) berbahaya untuk kesehatan dan tak akan kompromi lagi. Hal ini sesuai dengan kabar yang telah dilansir dari bisnis.com.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Cut Putri Arieni menjelaskan bahwa telah mengkaji penelitian di dalam maupun luar negeri terkait permasalahan ini.

Putri juga menambahkan telah mendapatkan masukan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Melalui kajian tersebut pihaknya konsisten dengan anjuran untuk berhenti merokok dalam bentuk apapun.


Tak Disangka, Buah Murah Ini Terbukti Bisa Bersihkan Paru-paru dari Asap Rokok

Kemenkes telah berkonsultasi dengan berbagai pihak, diantaranya asosiasi profesi dokter bidang anak, paru-paru, dan jantung di Indonesia.

“Kalau sudah banyak organisasi dokter yang stated artinya mewakili seluruh anggotanya. Itu organisasi yang diakui dan resmi, bahkan PB IDI [Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia],” katanya kepada Bisnis.com (25/9).

Putri tidak menafikan telah banyak penelitian mengenai rokok elektrik dan Vape. Namun, dampak kesehatan pada manusia berbeda dengan dampak-dampak lain yang harus diuji berulang kali. Menurutnya, pernyataan vape maupun rokok elektrik lebih aman dari rokok konvensional tidak berdasar kandungan yang ada dalam produk tersebut.

Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Komnas Pengendalian Tembakau Widyastuti Soerojo memaparkan rokok elektrik bukan alternatif bagi perokok konvensional, melainkan beban ganda bagi remaja di dalam negeri.

Widyastuti mengatakan bahwa penggunaan rokok elektrik maupun vape diduga keras berhubungan dengan gangguan paru berat dan mematikan. Dia berharap agar pemerintah tidak melakukan pembiaran dan segera menerbitkan peraturan yang melarang penggunaan rokok elektrik.

“Beban ganda konsumsi nikotin pada remaja akan kontraproduktif dengan pengembangan SDM [sumber daya manusia] berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kemenkes Larang Rokok sebagai Sponsor, Lantas Bagaimana dengan Alkohol dan Junk Food?

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman