logo


Budaya Memakan Abu Jenazah Kerabat yang Meninggal dari Suku Yanomami

begini fakta mistis yang ada

25 September 2019 15:15 WIB

ilustrasi
ilustrasi
dibaca 151 x

ilustrasi

Adat atau tradisi yang unik terdapat pada masing-masing suku yag tersebar luas di penjuru dunia. Suku pedalaman Amazon salah satunya hal yang menarik perhatian publik pada suku yang satu ini adalah karena ritual dan tradisi adatnya yang tergolong unik dan bahkan tak lazim.

Tepatnya adalah suku Yanomami, salah satu kelompok suku asli yang menempati wilayah hutan hujan Amerika Selatan. Tinggal di wilayah hutan hujan Amazon, yaitu diantara perbatasan Brasil dan Venezuela.


4 Suku Paling Terisolasi dan Paling Berbahaya di Dunia

Hal yang menarik perhatian dari suku ini adalah ritual adatnya yang menganjurkan para anggota suku tersebut untuk mengonsumsi abu jenazah hasil dari kremasi.

Suku Yanomami merupakan salah satu suku pedalaman Amazon yang mempraktikkan endokanibalisme sebagai cara untuk menjaga orang-orang yang dicintainya, yang telah meninggal mendahului mereka.

ilustrasi

Prosesi kematian di dalam suku ini dilakukan dengan cara kremasi, yakni pengabuan atau praktik penghilangan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara membakarnya. Tradisi ini mirip-mirip dengan tradisi di Indonesia yaitu tradisi ngaben yang dilakukan oleh masyarakat Bali.

Kremasi menurut pandangan suku Yanomami berarti sebagai pembebasan arwah. Mereka tak menyukai upacara kematian dengan pemakaman sebab dekomposisi dan prosesnya memerlukan banyak waktu dan cenderung membosankan.

Suku Yanomami memulai praktik endokanibalisme karena mereka tidak percaya bahwa kematian adalah kejadian alami kehidupan. Sebaliknya, mereka percaya bahwa suku saingan mereka sedang mengirim roh jahat secara langsung untuk menyerang seseorang dalam suku mereka sendiri. Oleh karena itu, untuk segera menyelesaikan masalah apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkan tubuh, kremasi pun terjadi.

Namun upacara yang satu ini tak hanya selesai diproses kremasinya begitu saja, suku pedalaman Amazon ini juga mesti mengonsumsi abu jenazah hasil dari pembakaran atau kremasi tadi. Dengan mengkonsumsi abu hasil dari kremasi tersebut mereka percaya, bahwa hal yang dilakukan tersebut sebagai cara untuk menjaga semangat suku-suku tercinta tetap hidup dan sehat untuk generasi yang akan datang.

ilustrasi

Sebelum dikremasi, anggota suku menutupi tubuhnya dengan daun dan meletakkannya di hutan yang tidak terlalu jauh dari pondok. Setelah mengizinkan alam untuk mengambil jalannya pada anggota suku selama sekitar 30 hingga 45 hari, mereka mengumpulkan tulang dan melanjutkan ke kremasi.

Setelah kremasi, abu dicampur dengan sup yang terbuat dari pisang yang difermentasi. Setiap orang di komunitas harus mengkonsumsi campuran tersebut. Untuk mencapai hal ini, labu yang diisi dengan campuran dibagikan di antara anggota keluarga dan konsumsi biasanya selesai dalam satu kali duduk.

Suku Yanomami percaya bahwa roh tidak dapat sepenuhnya beralih ke dunia spiritual tanpa sepenuhnya menghilang dari dunia material.

Oleh karena itu, abunya tidak dapat sepenuhnya dikonsumsi sampai masalah pembalasan kematian teratasi sehingga orang yang dikasihi terlambat dapat melakukan transisi damai ke dunia spiritual.

Ditulis oleh: Rizky Pratama

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Pohon Kepuh Bali yang Menyimpan Setumpuk Misteri Dibaliknya

Halaman: 
Admin : Admin