logo


Berkunjung ke Amerika Serikat, Menteri Jonan Paparkan Keberhasilan Indonesia Lakukan Transisi Energi

Simak ulasan selengkapnya

23 September 2019 19:49 WIB

ignasius jonan
ignasius jonan esdm.go.id

"Kami mencari teknologi yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Sebagai Negara Kepulauan, kami membutuhkan sistem yang independen. Kami harus membangun sistem yang lengkap di setiap pulaunya, yaitu pembangkit listrik dan transmisi," jelas Jonan.

Transisi energi di setiap negara, menurut Jonan, memiliki keunikan tersendiri, karena terkait dengan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing negara. Di Indonesia misalnya, yang merupakan negara produsen minyak kelapa sawit terbesar, telah menerapkan Biodiesel 20% atau B20, yang terdiri dari 20% Fatty Acid Methyl Esters (FAME) dan 80% minyak diesel (CN 48) untuk seluruh kebutuhan bahan bakar diesel, dan tahun 2020 nanti akan ditingkatkan menjadi B30.

"Dengan menggunakan biodiesel itu lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan untuk mengurangi emisi karbon di sektor transportasi," tegas Jonan.


Kementerian ESDM Sebut Sumsel Jadi Provinsi Ideal untuk Bangun Politeknik Energi dan Pertambangan

Untuk mempercepat transisi energi, selain menggunakan biodiesel, Menteri ESDM juga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah memperkenalkan mekanisme pemberian insentif penggunaan kendaraan berbahan bakar listrik sebagai sarana transportasi publik maupun pribadi, diharapkan akan menimbulkan minat masyarakat menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik. Inisiatif lainnya yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan melakukan penyederhanaan regulasi maupun peraturan.

"Yang tak kalah penting adalah kolaborasi antar negara untuk saling membantu mempercepat adopsi kemajuan teknologi yang terjangkau untuk semua. Pencapaian target Paris Agreement kami akan lebih tinggi dengan dukungan internasional," pungkas Jonan.

Sebagai informasi, The Energy Action Forum merupakan bagian dari Energy Track of the United Nation (UN) Climate Action Summit. Acara ini diselenggarakan oleh UN Secretary-General's Climate Action Summit Team, bersama-sama dengan anggota koalisi UN Energy Transition Track; Denmark, Ethiopia, Palau, Italia, Indonesia, Kolombia, Maroko, Sustainable Energy for All, International Energy Agency (IEA) dan World Bank.

Kementerian ESDM Gelar Kegiatan Sertifikasi untuk Uji Kompetensi Tenaga Teknik PT PLN Tarakan

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma