logo


Sebut KPK Penghambat Investasi, Moeldoko: Jangan Lihat KPK Itu Dewa

Simak berita selengkapnya

23 September 2019 18:52 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di halaman Gedung Bina Graha, Jakarta.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di halaman Gedung Bina Graha, Jakarta. Dok. KSP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut keberadaan lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  bisa menghambat investasi.

Hal ini untuk menjawab pertanyaan awak media soal penyebab Presiden Joko Widodo (Jokowi ) menyetujui revisi UU KPK tetapi menunda pengesahan revisi UU KUHP.

Baca Juga: Papua Kembali Rusuh, Moeldoko: Kita Dipancing Lakukan Pelanggaran HAM Berat


Dukung Hasil Revisi UU KPK, Aliansi Rakyat Lawan Korupsi: Akan Memperkuat KPK ke Depan

Ingin Maju Pilgub Sumbar, Faldo Maldini Layangkan Gugatan ke MK, Kenapa?

"Lembaga KPK bisa menghambat upaya investasi. Ini yang tidak dipahami masyarakat," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta (23/9).

Selain faktor investasi, Moeldoko juga menyebut bahwa Jokowi mempertimbangkan hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan lebih banyak responden mendukung revisi UU KPK.

"Hasil survei menunjukkan bahwa yang menyetujui untuk revisi UU KPK itu lebih banyak. Survei Kompas 44,9 persen," imbuhnya.

Sandi Berangkat Bulan Madu Lagi, Netizen Bilang, "Belum Puaskah?"

Dan ia menegaskan bahwa revisi UU KPK yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR saat ini memiliki tujuan yang baik, yaitu menguatkan KPK.

"Jadi, jangan melihat KPK itu dewa. Enggak ada, manusia. Kita perlu pemahaman semuanya,  ada yang perlu kita perbaiki. Enggak ada upaya pemerintah untuk melemahkan," tandasnya.

Tanggapi RUU PAS, Laode: “Masyarakat dan Tuhan Bisa Menilai”

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata