logo


Jokowi di Demo Mahasiswa, Peneliti LIPI: Presiden Seharusnya Gak Perlu Panik

Simak berita selengkapnya

23 September 2019 16:05 WIB

Aksi Gejayan Memanggil
Aksi Gejayan Memanggil tirto.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gelombang demonstasi mahasiswa hari ini, Senin (23/9) terjadi dimana-mana, termasuk Wamena yang berakhir rusuh. Hal ini membuat Guru Besar politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Syamsuddin Haris angkat bicara.

Ia beranggapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) panik di hadapkan dengan demonstrasi di pelbagai daerah. Ia meminta Jokowi tak usah panik jika mendengar suara publik.

Baca Juga: UAS Serukan Pembakar Hutan Digantung dan Ditembak di Monas, Netizen: Ustaz Sesat!!


Ketika Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu dalam Aksi “Gejayan Memanggil”

Komentari Vlog Jokowi dan Jan Ethes, Demokrat: Anak-anak Kecil Susah Bernafas di Area Kebakaran

"Jika suara publik di dengar, pemerintah @jokowi mestinnya tidak perlu panik seperti sekarang," ujar Syamsuddin Haris melalui laman Twitternya, Senin (23/9).

Menurutnya, sikap Jokowi yang panik tersebut menunjukkan kebijakan pemerintah yang ceroboh dalam menyikapi persoalan bangsa, termasuk pro kontra UU KPK serta kabut asap yang masih belum usai hingga sekarang.

"Belum usai soal UU KPK dan kabut asap, kini ada gelombang demo mahasiswa dan kerusuhan Wamena," imbuhnya.

Jokowi Tidak Hadir di Sidang PBB, Pengamat: Presiden Indonesia Bukan Kaliber Internasional

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata