logo


Terang-terangan Tolak NKRI Harga Mati, Politisi PDIP: Sekarang Belum Cukup

Simak berita selengkapnya

22 September 2019 14:14 WIB

Anggota Komisi VIII Budiman Sudjatmiko.
Anggota Komisi VIII Budiman Sudjatmiko. Medcom

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko secara terang-terangan menolak pernyataan NKRI Harga Mati. Hal ini ia katakan tidak menjadi dalilnya untuk berada di sisi mempertahankan Papua sebagai bagian dari Indonesia.

Hal tersebut ia ungkap dalam acara #DebatKeren dengan tema #DebatKeren Nasionalism and Separatism: Questions on Papua yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Visinema, Cilandak, Jakarta, (21/9) malam.

Baca Juga: Jokowi Tunda Pengesahan RKUHP, Pihak Prabowo: Drama Presiden, Seolah yang Salah Hanya DPR


Tokoh Papua ke Benny Wenda: Tidak Punya Hak untuk Mengatur Tanah Papua

Presiden Dapat Penghargaan Putera Reformasi, Gerindra ke Jokowi, "Maaf Belum Layak"

"Ketika saya menghadapi persoalan ini, saya tidak berpegang pada NKRI harga mati, gak. Bukan," ujar Budiman.

"Saya menolak NKRI Harga Mati. Saya melihat NKRI modal awal yang mutlak dan perlu," imbuhnya.

Menurutnya, NKRI sebenarnya bukan hasil akhir. Melanikan NKRI merupakan titik awal untuk Indonesia yang seharusnya dikembangkan bukan dimatikan.

Akan Dilantik Jadi Anggota DPR, Mulan Jameela Malah Bahas Halal dan Haram, Kenapa?

"Dia harus dikembangkan bukan dimatikan. Tapi modal yang hidup. Artinya, sekarang tidak boleh kurang, tapi sekarang belum cukup," pungkasnya.

Maman Sebut Keutuhan Negara Tak Cukup Hanya dengan Bekerjanya Perangkat Negara

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata