logo


Kemenko PMK dan ITB Bersinergi Membangun Desa

Berikut ulasannya

21 September 2019 14:38 WIB

Kemenko PMK dan ITB
Kemenko PMK dan ITB Doc Jitunews

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berkomitmen untuk membangun Indonesia dari pinggiran, termasuk dari desa. Tentu dibutuhkan kerjasama dan sinergi lintas sektoral meliputi kementerian, lembaga, dan daerah.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), salah satu tugasnya mengoordinasikan kebijakan pembangunan desa, turut melibatkan peran perguruan tinggi, dalam hal ini Institut Teknologi Bandung (ITB). Tujuannya agar lompatan kemajuan desa lebih cepat melalui pemanfaatan teknologi.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK Sonny Harry B Harmadi mengatakan bahwa sesuai arahan Menko PMK Puan Maharani, dengan nilai ratusan trilyun rupiah dana desa yang telah disalurkan, pembangunan desa harus betul-betul memberi lompatan kemajuan


Kemenko PMK Ajak ITS Bangun Desa

"Tetapi lompatan kemajuan desa hanya bisa dicapai secara bergotong royong," ujarnya saat memberikan paparan dalam acara Workshop Pemanfaatan Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Desa, Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/9).

Sonny menjelaskan, penggunaan dana desa, salah satunya diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Prioritas penggunaan dana desa harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat desa.

"Diantaranya berupa peningkatan kualitas hidup, peningkatan kesejahteraan, penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan pelayanan publik," tuturnya.

Sedangkan Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi yang juga Ketua Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) menyambut gembira sinergi ini. “Kami memiliki SDM yang selama ini telah mengembangkan teknologi sederhana untuk mendukung percepatan pembangunan desa. Dengan sinergi ini diharapkan kerjasama untuk membangun desa ke depan lebih terstruktur dan berkelanjutan”, jelas Kadarsah.

Sedangkan Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini, menjelaskan progres pembangunan desa beserta tanyangan yang dihadapi saat ini.

Pada workshop ini dibentuk kelompok kerja (pokja) yang masing-masing membahas mengenai tema tertentu. Pokja 1 tema infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, infrastruktur jalan, dan sanitasi. Pokja 2 tema konektivitas dan aksesibilitas, Pokja 3 tema capacity building perangkat desa dan masyarakat, Pokja 4 tema sustainability program, Pokja 5 tema teknologi produksi sederhana dan tepat guna.

"Pembangunan desa merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk para civitas akademika. Akademisi diharapkan dapat memberikan gagasan-gagasan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di desa menggunakan teknologi sederhana dan tepat guna," tegas Sonny.

Ikut dalam workshop ini diantaranya Kepala Dinas PMD Prov Jawa Barat Dedi Supandi beserta jajaran, para guru besar dan dosen ITB serta perguruan tinggi lainnya di Bandung. Tidak ketinggalan turut hadir beberapa kepala desa, camat dan pendamping desa, serta penyedia layanan internet.

Sampaikan Orasi di UGM, Deputi IV Kemenko PMK Bicara Bisnis Digital

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma