logo


Kuasai Lahan Ibu Kota Baru, Siapakah Sukanto Tanoto?

Ini profil lengkapnya

21 September 2019 11:38 WIB

Pendiri Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto.
Pendiri Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto.
dibaca 214 x

Kabar mengenai kepenguasaan lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) di kawasan calon Ibu Kota baru Republik Indonesia (RI) di Kalimantan Timur terus menjadi sorotan. Lahan tersebut kabarnya dikuasai oleh konglomerat Indonesia, Sukanto Tanoto. Siapakah dia?

Dilansir dari Warta Ekonomi, Sukanto Tanoto merupakan pendiri Royal Golden Eagle (RGE) perusahaan yang ia dirikan pada tahun 1973 yang bergerak di bidang kayu lapis, pulp dan kertas, minyak kelapa sawit, hingga pengembangan sumber daya energi. RGE berkantor pusat di Singapura.

Dari laman resmi Tanotofoundation.org, terdapat informasi bahwa RGE saat ini merupakan grup global yang memiliki aset lebih dari US$20 miliar dengan total karyawan sebanyak 60.000 orang. Selain itu, RGE juga memiliki operasi manufaktur di China, Indonesia, dan Brasil.


Pulangkan Veronica Koman, Polri Minta Bantuan Pemerintah Australia

Pria kelahiran Belawan, Medan ini merupakan sosok pengusaha yang aktif dalam kehidupan sosial. Sukanto mendirikan organisasi filantropi bernama Tanoto Foundation. Bersama sang istri, Tanoto Foundation berjuang untuk bidang pendidikan dan telah berdiri sejak 1981.

Selain itu, Sukanto juga merupakan anggota Dewan Internasional INSEAD, Dewan Pengawas Wharton, Dewan Eksekutif Wharton untuk Asia, dan berbagai badan pendidikan, komunitas dan industri lainnya.

Berdasarkan data Forbes 2019, Sukanto Tanoto memiliki harta sebesar US$1,4 miliar atau setara dengan Rp19,7 triliun. Pada 2014 ia juga pernah menjadi orang terkaya di Singapura dengan kekayaan mencapai Rp27,6 triliun.

Tak Dapat Ganti Rugi

Perlu diketahui Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan tidak ada kompensasi atau ganti rugi bagi perusahaan milik Sukanto Tanoto yang memegang hak konsesi atas ribuan hekare lahan di lokasi ibu kota baru. Sesuai ketentuan, negara bisa mengambil lahan tersebut sewaktu-waktu.

"Itu menjadi tanah negara kembali, tidak perlu kami bayar," ungkap Sofyan di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/9).

Perusahaan milik Sukanto Tanoto, PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) perusahaan yang terafiliasi dengan Asia Pasific Resources International Holding Ltd (APRIL Group). APRIL Group merupakan induk pabrik bubur kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Di atasnya ada Royal Golden Eagle Group, memegang hak konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Menurut Sofyan, hanya IHM yang memegang hak konsesi di lahan ibu kota baru. Selebihnya, lahan ibu kota baru kebanyakan merupakan kawasan hutan yang masih dikendalikan oleh Kementerian LHK. Pemerintah telah membicarakan pengambilan lahan tersebut dengan IHM.

Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui luas lahan kelolaan IHM yang masuk kawasan ibu kota baru. Namun, "Intinya perusahaan tidak akan diuntungkan," tutupnya.

Ditulis oleh: Arief Zaafril Razaqtiar

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Hanif Dhakiri Jadi Plt Menpora, Pengamat: Untuk Senangkan PKB

Halaman: 
Admin : Raka Kisdiyatma