logo


Hanif Dhakiri Jadi Plt Menpora, Pengamat: Untuk Senangkan PKB

Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah menunjuk Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebagai pelaksana tugas Menpora.

21 September 2019 11:24 WIB

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri.
Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri. Istimewa
dibaca 138 x

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora.

Imam diduga menerima uang sebesar Rp 26,5 miliar. Penerimaan itu sebagai bentuk commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora terkait posisinya sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan selaku menpora.

Imam kemudian mengundurkan diri dari posisi Menpora. Surat pengunduran diri pun telah disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/9).


Soal Pasal Santet, Ini Penjelasan Menkum HAM

Pengunduran diri Imam Nahrawi dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga segera ditindaklanjuti Presiden Joko Widodo. Pada hari Jumat (20/9), Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah menunjuk Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebagai pelaksana tugas Menpora.

"Jadi Pak Hanif sementara merangkap sebulan terakhir sebagai Menteri Ketenagakerjaan dan Menpora," kata Pratikno dalam keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9) dilansir dari Antara.

Lantas, apa alasan utama Jokowi memilih Hanif untuk menjadi Plt Menpora? Pratikno pun menjelaskan sederet alasan di balik keputusan tersebut.

"Ada beberapa pertimbangan, karena ada beberapa menteri dilantik anggota DPR RI pada 1 Oktober," terangnya.

Sebagai informasi, pada 1 Oktober 2019 memang ada beberapa menteri Kabinet Kerja yang dilantik sebagai anggota parlemen. Mulai dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly.

Tak hanya itu, Pratikno mengakui, dipilihnya Hanif sebagai Plt Menpora lantaran yang bersangkutan berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang merupakan partai koalisi pemerintah. Sebagai informasi, Imam merupakan menteri yang berasal dari partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

"Iya. Iya," kata Pratikno mengamini pertanyaan tersebut.

Hibur PKB

Hendri Satrio, pengamat politik dari Universitas Paramadina menilai penunjukan Hanif Dhakiri sebagai Plt Menpora merupakan langkah Jokowi untuk menghibur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Menurut saya mungkin Presiden ingin menyenangkan PKB supaya jabatan ini tidak kemana-mana," ujar Hendri.

Hendri menilai keputusan Jokowi untuk memberikan posisi rangkap jabatan kepada Hanif merupakan langkah yang kurang tepat.

Menurut dia, jika memang Jokowi menginginkan adanya posisi rangkap jabatan menteri, maka seharusnya yang menjadi Plt Menpora adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Hal itu lantaran Kemenko PMK yang dipimpin Puan membawahi delapan kementerian, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Jadi harusnya sama Menko PMK, karena secara organisasi lebih tepat," tutur Hendri.

Namun demikian hal tersebut tidak bisa diperdebatkan lantaran Jokowi telah mengambil keputusan menunjuk Sekjen PKB tersebut sebagai Plt Menpora.

Ditulis oleh: Arief Zaafril Razaqtiar

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Soal KUHP, Menkum HAM: Sosialisasi Dulu, Tidak Otomatis Berlaku

Halaman: 
Admin : Kesdik Bayu