logo


Soal Pasal Santet, Ini Penjelasan Menkum HAM

Pasal santet bertujuan agar tidak ada orang yang mencari keuntungan dengan hal yang tidak benar

21 September 2019 05:15 WIB

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly mengatakan bahwa 'pasal santet' dalam RKUHP dimaksudkan untuk menjerat orang yang menawarkan jasa praktik ilmu hitam untuk mencari keuntungan.

"Jadi gini, masyarakat kita ini kan masih banyak di daerah-daerah yang kita takut nanti justru disalahgunakan. 'Saya, misalnya, bisa santet orang, mana sini bayarannya. Saya bisa mematikan orang dengan mengirim apa'," kata Yasonna di kantor Kemenkum HAM, Jakarta Selatan, Jumat (20/9).

Yasonna mengatakan bahwa pasal tersebut bertujuan agar tidak ada orang yang mencari keuntungan dengan hal yang tidak benar.


RUU KUHP Baru Bikin Hukuman Koruptor Makin Ringan?

"Jadi supaya tidak ada penyalahgunaan upaya-upaya dengan mencari keuntungan-keuntungan yang tidak benar," ujar Yasonna.

Soal Aturan Unggas Nyelonong, Yasonna: Jangan Dikatakan Mengkriminalisasi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata