logo


Diduga Jadi Inisiator Penganiayaan, 2 Anggota DPR RI Fraksi Golkar Akan Dilaporkan

Munaslub MKGR berlangsung ricuh lantaran diserbu preman yang diduga kuat sebagai suruhan dua orang oknum anggota DPR

20 September 2019 22:18 WIB

Gedung DPR
Gedung DPR Istimewa

"MKD sebagai penjaga moral dan etik anggota DPR RI menjadi harapan kami memperoleh keadilan. Jika nantinya dalam pemeriksaan MKD, keduanya terbukti menyalahi aturan sebagai Anggota DPR RI, maka sanksi yang tegas perlu dijatuhkan kepada mereka. Sehingga kedepannya tidak ada lagi anggota DPR RI yang bisa melakukan tindakan secara sewenang-wenang, merasa hebat dan bisa menghalalkan segala cara demi ambisi kekuasaan pribadinya," tegasnya.

Dalam hal ini, Arman sangat menyesalkan digunakannya cara-cara premanisme serta tindakan kriminal yang mengakibatkan jatuhnya korban dan rusaknya Hotel Sultan.

"Hotel Sultan adalah asset bangsa. Marwah citranya sudah terkenal dikancah dunia. Tercemarkan oleh dua oknum anggota DPR terhormat yang tidak berpikir panjang sebelum bertindak sehingga menyebabkan marwah Hotel Sultan tercemar di mata dunia," katanya.


Tanggapi RUU PAS, Laode: “Masyarakat dan Tuhan Bisa Menilai”

Arman juga menyayangkan adanya sikap dari internal MKGR dan Partai Golkar yang tidak senang dengan niat baik para kader yang ingin memperbaiki kondisi internal organisasi MKGR maupun Partai Golkar. Orang-orang tersebut sepertinya sudah dibutakan hatinya oleh kekuasaan, sehingga menganggap jabatan adalah segalanya.

"Padahal, sesungguhnya jabatan yang saat ini mereka emban tak lain berasal dari amanah yang diberikan oleh para kader. Jika saat ini amanah tersebut akan dicabut, itu adalah hak dari para kader, sesuai dengan ketentuan AD/ART dan peraturan organisasi," pungkasnya.

RUU KUHP Baru Bikin Hukuman Koruptor Makin Ringan?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata