logo


RUU KUHP Menyoal Larangan Aborsi, Tsamara: Kenapa Kita Jadi Gak Punya Empati Sama Sekali?

Simak berita selengkapnya

20 September 2019 09:30 WIB

Ketua DPP PSI Tsamara Amany.
Ketua DPP PSI Tsamara Amany. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany mengaku gelisah mengetahui Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) yang bisa disahkan dalam waktu dekat.

Pasalnya, pemerintah yang diwakilkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly telah menyepakati RUU KUHP.

Baca Juga: Paksa Istri Berhubungan, Suami Dipidana 12 Tahun, Netizen: Istri Menolak Ajakan Suami, Itu Dosa!!!


Demokrat ke Jokowi: Tolong Tsamara Ini Diangkat Jadi Menteri

Unggas Peliharaan Masuk dan Makan di Kebun Orang, Denda 10 Juta, Netizen Serukan, "Sekolahkan Ternak!!!"

"Pasal karet seperti hukum adat dan pasal seperti larangan aborsi tanpa pengecualian juga ada di dalam situ. Sementara itu, RUU PKS entah kapan akan sah," ujar Tsamara melalui laman Twitternya, (19/8).

Bahka, ia juga menanggapi berita soal anak perempuan 16 tahun yang hamil karena diperkosa 7 laki-laki di Padang, terancam dipidana oleh RUU KUHP jika dia menggugurkan kandungannya.

"Pengen marah dan nangis rasanya baca kayak gini. Kenapa sih kok kita jadi antiperempuan? Kenapa sih kita jadi tidak punya empati sama sekali," tandasnya.

Soal Faldo Pindah ke PSI, PAN: Saya Akan Mengucapkan Selamat Jalan

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata