logo


Masih Minim, Kemenkop Minta KSPPS BMT Jadi Penyalur KUR

Simak berita selengkapnya

20 September 2019 08:19 WIB

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati
Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati Jitunews/Khairul

PEKALONGAN, JITUNEWS.COM - Kementerian Koperasi dan UKM berharap kalangan koperasi yang menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan ultra mikro (UMi) bertambah, termasuk dari kalangan koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah baitut tamwil Muhammadiyah (KSPPS BTM).

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan bahwa pada saat ini baru ada tiga koperasi yang telah menjadi penyalur KUR, yaitu KSP Kopdit Obor Mas Kabupaten Sikka, Maumere (NTT), Kospin Jasa Pekalongan dan KSO Guna Prima Dana, Badung, Bali.

Baca Juga: Keluarga Imam Nahrawi Sangat Terpukul, Netizen Bilang, "Lebih Terpukul Lagi Rakyat Indonesia"


Resmikan Hotel Mukmin Mandiri, Menteri Puspayoga: Ini Pilihan Usaha yang Tepat

“Kami mengharapkan dari KSPPS BTM dapat menjadi penyalur KUR," ujar Yuana dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Jumat (20/9).

Menurutnya, Kementerian Koperasi dan UKM juga menyalurkan pembiayaan ultra mikro (UMi), kepada para usaha mikro dan kepada anggota koperasi.

Dia menjelaskan pinjaman dari UMi maksimal Rp10 juta per orang. Hingga per 20 Agustus 2019, realisasi pinjaman UMi disalurkan kepada 33 KSP/KSPPS sebanyak 704 miliar.

Peringati HUT Pertambangan dan Energi ke-74, KESDM Gelar Upacara dan Ziarah Pahlawan Energi

"Diharapkan Induk KSPPS BTM melalui koperasi primernya dapat berperan sebagai penyalur UMi)," kata Yuana.

Yuana menilai peran Induk KSPPS BTM sangat penting dan strategis, yaitu sebagai pengendali likuiditas, pengendali kebijakan, pengendali jaringan. Peran lain Induk BTM adalah penyelenggara pendidikan, pendampingan, dan pengawasan terhadap KSPPS BTM anggotanya.

"Oleh karena itu, pemerintah memberi penghargaan dan mendukung pengembangan koperasi sekunder di bidang pembiayaan syariah, seperti yang telah dilakukan oleh Induk KSPPS BTM," pungkasnya.

Koperasi Sering Dibilang Ketinggalan Zaman, Kemenkop Buka Suara, "Justru Bisa Jadi Organisasi Modern"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata