logo


Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Dicegah ke Luar Negeri

Pencegahan ke luar negeri Imam untuk enam bulan ke depan.

20 September 2019 01:15 WIB

Imam Nahrawi
Imam Nahrawi Jawa Pos

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menerima surat permohonan pencegahan ke luar negeri untuk Imam Nahrawi. Surat permohonan dari KPK tersebut berkaitan dengan terjeratnya mantan Menpora dalam kasus suap dana hibah KONI.

"Sudah, dari 23 Agustus 2019," kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (20/9).

Fernando mengatakan bahwa pencegahan ke luar negeri Imam untuk enam bulan ke depan.


Imam Nahrawi Pamit: Setelah Ini Saya Hadapi Tugas Baru

"Enam bulan setelah diajukan," kata Sam Fernando.

Seperti diketahui, Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus suap dana hibah KONI.

"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan 2 orang tersangka yaitu IMR (Imam Nahrawi)," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Imam Nahrawi menjadi tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI dari Kemenpora. Menurut KPK, pengajuan dana oleh KONI diduga tidak didasarkan pada kondisi sebenarnya.

"Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan adalah sebesar Rp 17,9 miliar. Dalam perkara tersebut, diduga KONI pada tahap awal mengajukan proposal kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Pengajuan dan penyaluran dana hibah tersebut diduga sebagai akal-akalan dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya," katanya.

Disebut Zalim oleh Adik Imam Nahrawi, KPK: Itu Sudah Sering Terjadi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata