logo


Tuding Menkumham Berbohong, Wakil Ketua KPK: Pak Laoly Gak Perlu Buat Narasi Baru

Simak berita selengkapnya

18 September 2019 11:15 WIB

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif.
Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief menuding Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly berbohong soal pertemuan KPK dengan DPR untuk membahas revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Ia juga menuding Yasonna berbohong telah berdiskusi dengan pimpinan KPK Agus Rahardjo dan dirinya tentang revisi UU KPK di kantor Kemenkumham, (12/9).

Baca Juga: Sering Tuai Kontroversi dan Dituduh Antek Zionis, Abu Janda Bela Diri, "Paham Duduk Masalahnya?


Resmi, KPK Jadi Bagian dari Pemerintah, Marzuki Alie: Lebih Baik Gak Usah Ada KPK

Dikenal Menyehatkan, Makanan Ini Justru Lebih Jahat dari Rokok, Apa Saja?

"Pak Laoly berjanji akan mengundang KPK saat pembahasan di DPR, tapi Pak Laoly juga tidak memenuhi janji tersebut," ujar Laode yang telah diwartakan Suara.com (18/9).

"Pak Laoly tidak perlu membuat narasi baru dan mengaburkan fakta yang sebenarnya. Saya yakin beliau bertuhan, jadi sebaiknya jujur saja," katanya.

Tetapi, ia tidak menampik soal pertemuan Agus Rahardjo dan dirinya dengan Yasonna Laoly untuk meminta Daftar Isian Masalah (DIM).

Datangkan 60 Ahli dari Jerman untuk Dampingi Pelajar, Netizen ke Anies, "Kata-katamu Sangat Berbisa"

"Adalah benar, saya dan Pak Agus Rahardjo ditemani Pak Pahala Nainggola dan Pak Rasamala Aritonang (Biro Hukum) pergi menemui Pak Laoly untuk meminta DIM yang disampaikan pemerintah kepada DPR, tapi Pak Laoly tidak memberikan DIM tersebut kepada kami," tuturnya.

"Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 10 menitan tersebut, Pak Laoly juga mengatakan bahwa konsultas publik tidak dibutuhkan lagi karena pemerintah telah mendapatkan masukan yang cukup," pungkasnya.

5 Fakta Di Balik Pengesahan Revisi UU KPK

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata