logo


Soal Karhutla, Gerindra: Ini Semua Kesalahan Pemerintah yang Selewengkan Dana.....

Simak berita selengkapnya

18 September 2019 09:45 WIB

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono angkat bicara persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang belum usai-usai hingga sekarang.

Arief mengatakan hal ini disebabkan kurangnya perhatian pemerintah dengan persoalan ini. Pasalnya, anggaran penanggulangan Karhutla terhitung minim. Di mana ini diperparah dengan penyalahgunaan pungutan ekspor minyak sawit.

Baca Juga: Resmi, KPK Jadi Bagian dari Pemerintah, Marzuki Alie: Lebih Baik Gak Usah Ada KPK


Ajak Rakyat Patungan Atasi Kabut Asap, Netizen ke Sandi, "Rakyat Udah Cukup Sakit"

Kaget Ketemu Atta Halilintar, Bebby Fey Malah Pegang 'Itunya" Atta

"Ada dana yang dikumpulkan dari pengumpulan pungutan ekspor CPO yang jumlahnya puluhan triliun, selama ini justru disalahgunakan untuk mensubsidi biodiesel milik konglomerat dan tidak digunakan sesuai peruntukannya dalam UU Perkebunan 40/2014," ujar Arief Poyuono yang telah diwartakan RMOL.co (17/9).

Selain itu, ia mengungkap Karhutla ini semakin diperparah dengan kondisi geografis Kalimantan dan Sumatera yang mayoritas memiliki lahan gambut yang berada di atas wilayah batu bara.

"Jadi mau dipadamkan kayak apapun enggak bakal padam, kecuali terjadi hujan alami selama satu minggu. Ini pelajaran dari alam, sekalipun Jokowi ritual minta hujan belum tentu juga alam mau mengabulkan," sambungnya.

Kecam Film The Santri, Novel Bamukmin: Film Ini Lebih Bahaya dari Film Porno

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan pihak perusahaan pengelola lahan yang mengalami Karhutla. Karena ini semua adalah kesalahan dari pemerintah.

"Ini semua akibat kesalahan pemerintah yang telah menyelewengkan dana pungutan ekspor CPO kepada industri biodiesel," pungkasnya.

Sindir Jokowi Marah karena Karhutla, Fadli Zon: Jangan Sering Marah, Tapi Gak Ada Hasilnya

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata