logo


Kecam Film The Santri, Novel Bamukmin: Film Ini Lebih Bahaya dari Film Porno

Simak berita selengkapnya

18 September 2019 08:49 WIB

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin Antara/Sigid Kurniawan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengecam film The Santri yang akan tayang pada Oktober 2019 mendatang.

Pasalnya, film garapan dari Livi Zheng tersebut ia anggap menyesatkan dan bertolak belakang dengan ajaran Islam di pondok pesantren. Bahkan, ia menyebut film tersebut tidak sejalan dengan akidah Islam sehingga ia beranggapan film ini lebih berbahaya dibanding film porno.

Baca Juga: Sindir Jokowi Marah karena Karhutla, Fadli Zon: Jangan Sering Marah, Tapi Gak Ada Hasilnya


Heboh Video Hina Salib, PA 212 Puji UAS, "Sangat Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Agama"

Kalahkan Mantu Jokowi, Sosok Ini Dinilai Jadi Kandidat Kuat di Pilwakot Medan

"Film itu mengusung paham sekularisme, pluralisme, dan liberalisme yang sudah difatwakan oleh MUI Pusat pada 2005 No. 7 yang menyatakan bahwa paham sipilis (sekulerisme, liberalisme, pluralisme, dan sosialisme) itu sesat," jelas Novel kepada awak media, di Jakarta, (17/9).

"Film ini lebih bahaya dari film porno karena menegaskan kesehatan di atas agama," imbuhnya.

Alasan lainnya, ia menuding Livi Zheng tidak paham dengan Islam sehingga membuat ajaran agama dibuat sesat dan bersifat komersil.

Agus Rahardjo Cs di Minta Angkat Kaki dari Gedung KPK, "Mereka Terlihat Baper dan Mencla-mencle"

"Itu juga jadi alasan kami mengapa menolak film tersebut," pungkasnya.

Desak Pemerintah Lakukan Darurat Militer di Papua, Netizen ke PA 212, "Kalian Aja yang Diturunkan di Sana"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata