logo


Kalahkan Mantu Jokowi, Sosok Ini Dinilai Jadi Kandidat Kuat di Pilwakot Medan

Simak berita selengkapnya

18 September 2019 00:30 WIB

Bobby-Kahiyang diundang ke acara D\'Academy Asia 3, Selasa (12/12) malam.
Bobby-Kahiyang diundang ke acara D'Academy Asia 3, Selasa (12/12) malam. Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hasil survei Development Monitoring (IDM) mendapati nama Maruli Siahaan mencuat sebagai kandidat kuat dalam Pilwakot Kota Medan pada tahun 2020 mendatang.

Koordinator Indonesia Development Monitoring (IDM) Kota Medan, Hendro Nugraha mengatakan nama Maruli Siahaan dapat menggeser elektabilitas petahana, Dzulmi Eldin.

Baca Juga: Agus Rahardjo Cs di Minta Angkat Kaki dari Gedung KPK, "Mereka Terlihat Baper dan Mencla-mencle"


Menantu Jokowi Incar Kursi Walkot Medan, Demokrat: Akan Menggalang Kekuatan untuk Memenangkannya

"Berdasarkan hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) yang dilakukan 9 -17 September 2019, elektabilitas petahana Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, memang masih teratas. Namun, dengan tingkat elektabilitas sebesar 11,7 persen dan masih dibawah 50 persen artinya incumbent belum aman," ujar Hendro dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Selasa (17/9)

Apalagi kata Hendro, tingkat kepuasan responden terhadap pemerintah Kota Medan pada setahun terakhir hanya 56,8 persen.

"Masyarakat menilai ada kemunduran dari aspek pembangunan di Kota Medan dibandingkan Ibukota Provinsi di Sumatera " tuturnya.

Revisi UU KPK Telah Disahkan, Istana: Jangan Ada Anggapan Pak Jokowi Sekarang Berubah

Dalam hal ini, Hendro mengatakan bukan tidak mungkin, posisi Eldin bisa digeser oleh calon lainnya, seperti Maruli Siahaan, Ihwan Ritonga, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Bobby Afif Nasution yang dianggap sebagai kuda hitam.

Dari jajak pendapat yang melibatkan 1.225 warga kota Medan, mantan Anggota Polri, Maruli Siahaan dikenal oleh 82,1 persen responden.

Kemudian, di posisi kedua Dzulmi Eldin, kemudian Bobby Afif Nasution yang merupakan menantu presiden Joko Widodo. Setelah itu muncul nama Wakil Wali Kota saat ini, Akhyar Nasution dan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ajak Rakyat Patungan Atasi Kabut Asap, Netizen ke Sandi, "Rakyat Udah Cukup Sakit"

"Berdasarkan survei IDM tingkat elektabilitas Dzulmi Eldin hanya 11,7 persen, kemudian Maruli Siahaan 12,7 persen, Dahnil Anzar Simanjuntak 8,4 persen, disusul Ihwan Ritonga 8,1 persen, HT Bahrumsyah 5,2 persen, Bobby Nasution 5,1 persen dan Akhyar Nasution 3,6 persen," tandasnya.

Hendro melanjutkan ada Salman Alfarizi 2,3 persen, Sutrisno Pangaribuan 2,1 persen, Dedi Iskandar Batubara 1,2 persen, Abyadi Siregar 1,1 persen, Edy Ikhsan 0,9 persen, Datuk Saiful Azhar 0,7persen, dan belum menentukan pilihan sebanyak 36,9 persen.

Dengan demikian, popularitas Maruli Siahaan sebagai mantan anggota Polri yang dikenal oleh warga Kota Medan sangat mempengaruhi tingkat ketepilihannya. Sementara dua tokoh muda Dahnil Anzar Simanjuntak dan Bobby Nasution juga punya elektabilitas yang cukup signifikan untuk bias diusung sebagai bakal calon walikota Medan.

Sesalkan Karhutla, Jokowi Sindir Perangkat Daerah, "Masalahnya di Mana? Kerjasama Kurang Efektif"

Hendro menambahkan dalam survei ini, IDM mengambil penarikan samplenya, dengan metode Multistage Random Sampling, dari jumlah populasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Medan pada pemilu 2019 yaitu 1.621.917 pemilih, yang tersebar di 21 kecamatan di 148 Kelurahan di Kota Medan.

“Survei ini memiliki Margin of error +/- 2.8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Dari jawaban 1.225 responden juga tergambar, beberapa masalah yang perlu segera ditangani dan diperbaiki seperti kasus jumlah pengangguran, biaya pendidikan dasar (SD,SMP) dan persoalan harga bahan-bahan pokok,” tutup Hendro.

Menantu Jokowi Serius Ingin Maju di Pilwakot Medan 2020, Buktinya....

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata