logo


Soal Revisi UU KPK, Sandi Bilang, "Ujung-ujungnya ya Memang Presiden...."

Simak berita selengkapnya

17 September 2019 16:06 WIB

Sandiaga Uno usai berdialog dengan warga Johar Baru, Jakarta
Sandiaga Uno usai berdialog dengan warga Johar Baru, Jakarta Dok. Jitunews/Khairul

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Eks Cawapres Sandiaga Uno juga turut angkat bicara soal polemik revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menegaskan bahwa dirinya tak setuju dengan salah satu poin di draft revisi, yakni soal status pegawai KPK yang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: Gelar Edukasi Berkendara, Pertamina MOR III: Ini Dapat Membangun Rasa Empati


Sandi Curhat Nganggur, Butuh Kerjaan, Netizen Bilang, "Datangi Hotman Paris Tuh, Lagi Butuh...."

Hobi Gigit Kuku? Awas, Bisa Menimbulkan.....

"Saya ada beberapa poin yang tidak sepakat salah satunya adalah mengenai ASN itu," terang Sandi di Surabaya, (15/9).

"Karena begitu status (pegawai KPK) berubah menjadi ASN, akhirnya akan masuk ke dalam undang-undang ASN, dan independensinya mungkin akan terkendala," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sandi berujar tugas masyarakat sekarang adalah mengawal jalannya pembahasan RUU KPK yang sedang berlangsung di DPR. Sementara DPR dan presiden harus terbuka dengan RUU KPK tersebut.

Terminal 2 Soetta Ganti Jadi Traveloka, Sartono: Pencetus Gak Paham dan Gak Ngerti Sejarah

"Ini tanggung jawab kita bersama, jangan hanya semuanya menyerahkan kepada pemerintah. Tapi, ujung-ujungnya ya memang presiden. Pak Presiden harus mendengarkan masukan dari masyarakat sipil khususnya," katanya.

Pada kesempatan itu pula, ia menghimbau kepada masyarakat agar hal ini tidak memicu perpecahan bangsa. Dan ia meminta masyarakat untuk pandai memilah sehingga KPK bisa tetap fokus dengan pemberantasan korupsi.

"Mari sama-sama jangan kita terpecah belah, mari kita sepakat untuk menghadirkan isu pemberantasan korupsi sebagai agenda utama bangsa kita, yang jangan justru memecah-belah kita," pungkasnya.

Janji Jadi Pembeli Pertama Mobil Esemka, Sandi: Kami Lagi Tunggu Dimana Bisa Beli

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata