logo


LKPI Prediksi Akan Ada 5 Paslon yang Ikuti Pilwakot Kota Binjai

Berikut ulasannya

17 September 2019 08:12 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memprediksi bakal ada lima pasangan calon yang akan mengikuti  Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) di Kota Binjai, Sumatera Utara tahun 2020 mendatang.

Prediksi ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh LKPI terkait akseptabilitas warga, terhadap ke 13 nama tokoh Binjai yang muncul.

"Yaitu Mayor Amrizal Nasution merupakan tokoh yang tingkat akseptabilitas paling tinggi yaitu 75,7 persen, Timbas Tarigan sebesar 74,3 persen, Lisa Andriani 72,8 persen, Hj Kristiana Gusuartini 71,2 persen, dan Muhammad Islandar 70,5 persen, kemudian Dejon Sembiring 60,8 persen, Irhamsyah Putra Pohan 60.7 persen, Rudi Alfahri Rangkuti 40,9 persen, Edi Putra Sitepu 40,7 persen, Zainuddin Purba 30,9 persen, Eddy Aswari 30,5 persen, Juliadi 30,2 persen," ujar Direktur Executive LKPI, A Ibnu Maulyana dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Selasa (17/9).


Joko Mania Laporkan Tempo, Ferdinand: Arogansi Anak-anak Kecil

Ibnu menjelaskan survei ini dilakukan terhadap 1.208 orang warga kota yang diambil secara acak dari total warga yang sebanyak 173.272 jiwa. Mereka semua adalah orang-orang yang punya hak pilih di Pemilu tahun 2019 lalu.

Para responden yang tersebar di 37 kelurahan ini dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun dengan margin of error sebesar +/- 2,81 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dilakukan sejak 9 September 2019 hingga 16 September 2019.

Menurutnya dari ke-13 tokoh yang digadang-gadang jadi Wali Kota Binjai, sosok yang paling tinggi tingkat keterpilihannya adalah Mayor TNI Amrizal Nasution.

"Responden sebanyak 9,7 persen menjatuhkan pilihan kepada Amrizal Nasution," kata Ibnu.

Dan posisi kedua Timbas Tarigan sebesar 9,6 persen, Lisa Andriani 8,2 persen, Hj Kristiana Gusuartini 7,2 persen, dan Muhammad Islandar 7,1 persen.

Kemudian HM.Sajali 6,2 persen, Zainuddin Purba 3,9 persen, Dejon Sembiring 3,2 persen, Irhamsyah Putra Pohan 3,1 persen, Rudi Alfahri Rangkuti 2,8 persen, Edi Putra Sitepu 2,7 persen, Eddy Aswari 3,5 persen, Juliadi 3,2 persen, dan yang belum memilih sebanyak 29,6 persen.

"Kesimpulannya, dari hasil survei tersebut dapat tergambar, pilihan masyarakat Binjai yang masih belum memberikan jawaban untuk memilih sebanyak 29,6 persen, sehingga persaingan diantara tokoh tokoh bakal walikota Binjai masih sangat terbuka lebar, sebab ada lima besar bakal calon Walikota Binjai yang selisihnya sangat tipis sekali," tuturnya.

Ibnu melanjutkan untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas, para tokoh masih memiliki banyak waktu untuk menosialisasikan diri serta mensosialisasikan program-programnya.

"Begitu juga parpol yang akan mengusung masih sangat cair, tinggal bagaimana mereka meyakinkan parpol- parpol untuk bisa mengusung mereka," kata dia.

LKPI juga menyoroti banyaknya swing voters yang belum menentukan sikap di Pilwalkot Binjai 2020 nanti. Sehingga para kandidat yang muncul diminta agar tidak keliru dalam melakukan manuver politik.

"Sebab para swing voters sedang mengawasi pergerakan kandidat bakal calon wali kota. Selain itu juga elektabilitas ataupun popularitas yang tinggi masih bisa tercemar apabila tanpa didukung dengan rekam jejak mumpuni," imbuhnya.

Dalam hal ini, Ibnu kembali menekankan bahwa sangat besar kemungkinan Pilwakot Kota Binjai akan diikuti oleh 5 pasangan. Iini terlihat dari hasil Pemilu 2019, di DPRD Binjai, sejumlah enam kursi dikuasai Partai Golkar, kemudian Gerindra lima Kursi dan PDIP empat kursi. Sedangkan Demokrat, PKS, Nasdem dan PAN, masing-masing 3 kursi. Kemudian PPP dua kursi dan Hanura satu kursi.

"Jadi, sangat mungkin, Pilwakot Kota Binjai akan diikuti oleh 5 pasangan Cawalkot," tukasnya.

Survei: Mayoritas Masyarakat Setuju dengan Revisi UU KPK

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma